Cerita sebelumnya diepisode 02....
Dari situlah aku mulai dendam, kecewa dan sakit hati terhadap mereka
semua sampai saat ini. Aku merasa ketika aku tertimpa musibah mereka
seperti tidak memperdulikan aku sama sekali. Tetapi ketika karyawan lain
tertimpa musibah mereka perduli, datang menjenguk dan memberikan
bantuan materi. Tapi pada saat aku melahirkan hingga anakku meninggal,
mereka tidak ada memberikan bantuan materi. Maka, ketika lombok
diguncang gempa Yanti sempat membuat status di whatsapp bahwasanya untuk
temen-teman yang ingin menyumbangkan dana untu korban di lombok bisa
ditransfer kerekeningnya Yanti. Tetapi saat aku yang tertimpa musibah
bukan bantuan yang ku dapat, malah ketidakperdulian mereka. Mereka
datang menjenguk hanya untuk memberikan aku kabar buruk (seperti cerita
aku sebelumnya). Sungguh mereka sangat dzhalim sekali.
Aku
merasa mungkin inilah ujian yang harus aku hadapi. Mereka sudah sangat
dhzalim terhadapku. Aku cuma bisa berdoa semoga mereka mendapatkan
balasan setimpal seperti aku karena sudah sangat dzhalim terhadap ku.
Jumat, 30 November 2018, aku datang ke kantor untuk mengambil surat pengalaman kerja. Ketika aku bertemu dengan Yanti katanya suratnya sudah ada dimeja pak Debby tapi belum ditandatangani... Aku mikir kok lama banget tanda tangannya ya??? Aku lho mintanya dari sebulan lalu, moso belum ditanda tangani??? Tapi positif tingking saja lah, mungkin beliau sibuk. Yanti bilang pak Debby masih ke BNI pulangnya agak lama. Dengan wajah jutek aku tanya, "berapa jam diluarnya??? Balik kantor jam berapa??? Kalo lama aku pulang dulu ntar balik lagi". Jawabnya Yanti "kurang tau mbak balik jam berapa. Ntar saya telpon mbak kalo pak Debby sudah datang". Akhirnya aku pun pulang ke rumah.
Sampai dirumah, aku langsung di wa sama Yanti yang menginfokan bahwasanya Debby sudah ada di kantor. Selesai makan, aku langsung balik ke tripa. Sampai di tripa bukannya aku langsung dikasih suratnya, malah disuruh nunggu dulu sama drivernya karena pak Debby ada yang mo di omongi. Oke...aku pun nunggu. Gak lama berselang aku menunggu, aku pun dipersilahkan masuk sama drivernya untuk masuk ke ruangannya. Dan... Gaes tau gak apa yang dibicarakan Debby???
"Mbak Anggi kenapa harus jadi seperti ini??? Padahal kita berharap endingnya baik-baik aja. Tapi kok mbak Anggi malah seperti ini??? Kita maunya kayak Mbak Prima, Mas Adi, endingnya semua baik-baik aja. Kenapa mbak Anggi malah ngomong ke Pusat??? Kemarin saya ditelp sama orang Pusat tentang form exitnya mbak Anggi, saya juga kaget. Saya juga sudah menyampaikan sama teman-teman di meeting masalah ini. Padahal kami berusaha untuk menutupi aib dan masalah mbak Anggi ini, supaya tidak sampai ke luar kantor cabang balikpapan seperti kantor pusat dan teman-teman di luar yang lain. Supaya mbak Anggi gak malu. Jadi kalo mbak Anggi mo cari kerjaan kita kan bisa kasih info atau rekomendasikan."
Aku yang mendengar ceritanya itu cuma tersenyum judes, tanpa diberi kesempatan bicara, Debby mengakhiri obrolan dan aku pun langsut pamit pulang. Yang aku heran di situ ada Abdul Wahid selaku kepala cabang tetapi dia gak ada ngomong sedikit pun, malah yang paling dominan berbicara adalah Debby Tri Cahyono selaku wakil kepala cabang. Dia berbicara laiknya kepala cabang, lantas kepala cabangnya sendiri aja diam membisu seribu bahasa. Pantas beliau jadi kepala cabang??? Kalo hanya diam???
Di perjalanan pulang aku berpikir, malu???karena aku hamil tapi masih nikah sirih dan belum bisa memberikan buku nikah??? Lalu mereka bilang seperti itu??? Kalau aku fraud (korupsi) okelah aku malu. Lha ini??? Aku lho hamil, melahirkan ngapain malu??? Yang harusnya malu itu siapa??? Aku atau Mereka (Debby, Wahid dan Yanti)???
Yanti kan HRD, tapi kenapa dia gak ngerti tentang UU Ketenagakerjaan??? Kenapa dia gak tau aturan yang ada di dalam BAP (Buku Aturan Perusahaan)??? Dia mang gak pernah baca atau mang gak ngerti sih??? HRD kok gak tau apa-apa??? Apalagi pimpinannya seperti Debby dan Wahid. Lalu buat apa BAP dibagikan kepada setiap karyawan terus disuruh baca kalau mereka sendiri gak pernah baca isinya??? Hedewwww... Pimpinan dan HRD macam apa itu??? Apa masih pantas dipertahankan??? Itu sih kalau jabatan yang diperoleh hanya karena faktor lucky alias keberuntungan.
Padahal lho ya, kita sama-sama kerja di perusahaan tripa, cari nafkah juga disitu, kok seenaknya mereka buat aturan sendiri??? Kalo mereka yang punya perusahaan okelah buat aturan sendiri, nah ini??? Sama-sama kerja di tripa, cari nafkah juga disitu, kok bisa sedhzalim itu??? Bukankah sebelum perusahaan itu didirikan, ownernya sudah buat aturan sendiri yang sesuai dengan UU Ketenagakerjaan??? Tapi sayangnya mereka malah buat aturan sendiri tapi dengan mengatakan aku yang buat aturan sendiri. Gak malu kah pimpinan ngomong seperti itu tapi dirinya sendiri melakukan hal yang sama??? Dia lho pimpinan, tapi omongannya nyalahi orang tapi gak lihat dirinya sendiri. Gak instropeksi gtu nha... Hedewwww... Hidup ini kadang selucu itu...
Apakah Debby takut tersingkirkan dari jabatannya sekarang yang berada di zona nyaman??? Secara kalau ada sesuatu yang gak benar di kantor, aku kadang diskusi sama bagian PBHC Pusat??? Makanya mereka pada menyingkirkan aku??? Tapi gapapalah, gak akan bertahan lama jika mereka dzhalim seperti itu. Apalgi mencari nafkah untuk keluarga dengan cara mendhzalimi pegawainya sendiri.
Yah,,,aku tunggu saja karmanya. Karena doa-doa orang yang terdzhalimi itu akan selalu diijabah oleh Allah SWT tanpa ada halangan apapun.
NOTE : AKU MENULIS INI BUKAN UJARAN KEBENCIAN, ATAU MENJELEKKAN PERUSAHAAN TEMPAT AKU DULU BEKERJA, TETAPI AKU BERBICARA TENTANG PIMPINAN DAN HRD NYA YANG SOK BERKUASA, YANG GAK TAU TENTANG UU KETENAGAKERJAAN, YANG GAK PERNAH BACA BAP TETAPI SOK TAU MASALAH ORANG DENGAN MENGATAKAN ITU ADALAH AIB DAN BIKIN MALU PERUSAHAAN. AKU MENULIS INI AGAR TIDAK ADA PEGAWAI LAIN YANG DI DHZALIMI LAGI OLEH MEREKA KARENA MEREKA ITU GAK PANTAS JADI PIMPINAN DAN HRD. KARENA GAK ADIL, GAK BIJAK DAN LAIN-LAIN.
Dibawah adalah form exit yang menjadi masalah menurut Debby...
Dibawah adalah form exit yang menjadi masalah menurut Debby...
![]() |
| Halaman 1 |
![]() |
| Halaman 2 |
![]() |
| Halaman 3 |



Tidak ada komentar:
Posting Komentar