Selasa, 25 Desember 2018

Usahaku

Selain aku mencari pekerjaan, menjadi istri dan ibu, aku juga punya kegiatan sampingan lho.... Yaitu aku jualan online. Cek bio usahaku di samping yux...

Jualan online yang aku kerjakan saat ini bermacam-macam, tidak hanya berjualan saja, tetapi saya juga membuka biro jasa (pengurusan KK, nikah, dan lain - lain), aku juga menerima pesanan makanan lho (catering, snack box, dan lain - lain).

Untuk lebih jelasnya silahkan buka link facebook saya ya gaesss...

Apabila teman - teman ada yang ingin ditanyakan seputar jasa usaha saya stsu ingin membeli jualan saya, silahkan chat saya ya di whatsapp no 0858 - 2255 - 8884 (NO CALL)

Barang jualan saya, saya ambil langsung dari supplier ya gaesss... Suppliernya pun ada yang dari batam (barang import seperti tas, sepatu, jam tangan, parfum, dan lain - lain). Ada juga yang dari jakarta (tas lokal), ada juga yang dari surabaya (tas paket lokal), ada juga yang dari bandung (gamis, baju, dan jilbab). Jada harga belum termasuk ongkir, karena terkadang customer aku tidak hanya berada dibalikpapan saja, tetapi ada juga yang dari luar balikpapan. Jadi apabila ada customer yang dari luar balikpapan ingin membeli jualan aku, maka harga akan dikenakan tarif ongkir sesuai alamat tinggal customer dan barang akan langsung dikirim oleh supplier aku. In shaa Allah supplier aku dan olshop aku amanah 100%. Apabila barang tidak sampai maka uang akan aku refund 100% ke customer.

Mekanisme pembeliannya seperti dibawah ini :
  1. Customer mengirimkan gambar ke wa saya yang akan dibeli
  2. Saya akan bertanya ke pihak supplier apakah stock barang yang ada di gambar yang dikirim oleh customer masih ada atau tidak beserta dengan tarif ongkir
  3. Supplier akan menginfokan tarif ongkir tiap ekspedisinya
  4. Jika barang masih ada atau tidak, maka aku akan menginfokan kembali ke customer
  5. Jika customer berniat membeli, maka customer harus mengirimkan NAMA PENERIMA + ALAMAT LENGKAP (KECAMATAN TEMPAT TINGGAL) + NO HP
  6. Aku akan mentotalkan harga barang beserta dengan tarif ongkirnya (tarif ongkir berbeda setiap ekspedisinya, tergantung customer ingin menggunakan ekspedisi yang mana)
  7. Aku akan mengirimkan no rekening aku agar customer menstransfernya ke rekeningku
  8. Customer harus membayar atau menstransfer sesuai dengan jumlah yang aku totalkan dengan mengirimkan resi bukti transfernya ke wa aku
  9. Setelah customer menstransfer sesuai dengan totalan yang aku berikan, maka aku akan mengorderkannya kembali ke supplier dengan mengirimkan gambar yang aku order beserta dengan bukti transfer dan identitas lengkap customer aku
  10. Setelah semua fix, maka supplier aku akan menshare bukti resi pengiriman barang
  11. Aku akan mengirimkan bukti resi kepada customer dan customer pun bisa melacak resi tersebut di aplikasi ekspedisi yang sesuai dengan resi pengiriman barang

Pengiriman barang menggunakan ekspedisi* :
  1. JNE
  2. POS
  3. TIKI
  4. WAHANA
*) Tarif ongkir tiap supplier berbeda, tergantung customer ingin membeli barang import, lokal, atau baju dan jilbab.

Aku hanya menggunakan rekening BNI ya gaesss... Tidak ada yang lain. Rekening BNI ku juga an Anggi Ningtyas. Jika ada rekening lain mungkin hanya rekening MANDIRI, dan itu an suamiku Hadi Nurali. Selain rekening yang kusebutkan tadi dan an tadi itu bukan rekening ku dan suamiku dan bukan an namaku dan suami aku. No rekening akan aku share by wa saja ya gaessss... Tidak akan aku share disini, untuk menghindari hal - hal yang tidak diinginkan.

Untuk harga dan keterangan gambar ada di masing - masing gambar ya gaesss... Untuk lebih jelasnya silahkan buka link - link di bawah ini ya gaesss...


Fanpage : Kios Mbak Momon
Instagram : @kiosmbakmomon
















Sabtu, 22 Desember 2018

HRD, Kacab dan Wakacab yang Dzhalim eps. 02

Ketika saya sudah membuat surat resign dan saat surat tersebut diberikan kepada HRD (Yanti) kemudian saya disuruh buat revisi terhadap surat resign saya tersebut. Saya pun merevisi surat tersebut per tanggal 31 Agustus 2018.


Singkat cerita...
Saat aku membawa anakku untuk imunisasi, kemudian dokter melihat fisik kepala anakku yang terlihat tidak normal. Aku pun dirujuk ke dokter anak. 
Habis dari imunisasi di puskesmas, aku langsung menuju dokter anak. Dokter anak pun menyarankan untuk USG kepala apakah anakku menderita Hydrosepalus atau tidak. Berangkatlah aku yang ditemani ibu mertua untuk USG kepala (masih di RS yang sama dengan jadwal dokter anaknya yaitu di RS Restu Ibu Balikpapan).

Pemeriksaan demi pemeriksaan dilewati anakku dengan lancar. Tibalah hasil diagnosa USG kepala anakku keluar dan hasilnya adalah "Hydrosepalus". Setelah hasil keluar kami disarankan untuk kembali ke dokter anak agar aku mendapatkan solusi bagaimana tindak lanjutnya. 
Maka kembalilah aku ke dokter anak (di hari yang berbeda sesuai jadwal dokter anak tersebut). Dari dokter anak, aku dirujuk untuk ke RS Kanudjoso Djatiwibowo untuk bertemu dengan dokter bedah saraf. 

Keesokan harinya aku bertemu dengan dokter bedah saraf (sesuai jadwal dokter di RS tersebut). Dokter bedah saraf menyarankan untuk CT-Scan kepala karena beliau berkata hasil USG kepala tidak selamanya 100% akurat. Kalo CT-Scan kepala maka hasilnya 100% akurat karena bisa diketahui ada apa didalam kepala anakku tersebut.
Maka aku pun memulai semua proses tersebut agar anakku sembuh. Hasil CT-Scan pun keluar dan ternyata dokter bedah saraf mengatakan bahwa anakku menderita penyakit "Cranyosinotosis" yaitu penyakit "Kelainan Tulang Tengkorak" dimana tulang tengkorak anakku sudah ada yang menutup terlebih dahulu sehingga perkembangan otaknya akan mencari celah atau ruang kosong untuk berkembang. Dan bentuk kepala anakku berkembang kebelakang sehingga yang depan terlihat besar seperti hydrosepalus. Dari keterangan dokter tersebut anakku harus segera dioperasi untuk mengembalikan kepalanya ke bentuk normal, karena jika tidak dioperasi maka seiiring pertumbuhan anakku kelak akan merasakan sakit kepala yang luar biasa hingga anakku beranjak dewasa kelak.

Ketika mendengar kata operasi, maka aku pun merundingkannya bersama suami. Alhamdulillah suami menyetujui untuk dilakukannya operasi agar anak kami sembuh. Aku pun menyetujui saran dokter untuk segera dioperasi, tetapi dokter tersebut menyarankan agar operasinya dilakukan di RS AWS (AW. Syahranie) Samarinda karena di RS tersebut banyak dokter bedah sarafnya dan peralatan operasinya lebih lengkap. Mengapa dirujuk ke RS AWS??? Karena dokter bedah saraf di balikpapan hanya ada 1 dan dokternya akan dinas keluar kota selama 1 bulan, jika menunggu beliau kembali kasihan anakku. Oke fix saya ikuti rujukan dokter. Dan aku pun mengurus semua prosedurnya hingga selesai agar ketika ke RS AWS tidak bolak balik.


Singkat cerita...
Selesai anakku operasi masuk ruang PICU. Akupun tidur diemperan atau lorong sepanjang ruangan PICU agar jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu terhadap anakku, aku bisa berlari dengan cepat.
Saat aku masih menunggu di lorong ruang PICU, Yanti whatsapp menanyakan bagaimana dengan pengisian surat form exitnya. Aku pun langsung marah besar, orang ni ya bener-benar manusia gak punya hati. Dimana hati nuranimu mbak??? Kamu belum merasakan apa yang aku rasakan mbak??? Makanya kamu bisa berperilaku demikian. Gak tau kah aku lagi tertimpa musibah masih mikirin hal itu??? Astaghfirullahaldhzim... Akhirnya ku suruh Yanti untuk kirim form nya lewat email samarinda biar Fuad (HRO Samarinda) yang datang ke RS bawa form nya.

Keesokan harinya Fuad datang berkunjung ke RS, aku pun tanpa basa basi langsung meminta surat form tersebut, dimana saat itu ada suamiku juga. Fuad pun ingin melihat kondisi anakku. Jadi kusuruh suami ku antar ke ruang PICU karena kebetulan sudah masuk jam besuk d ruang PICU. Ketika Fuad melihat kondisi anakku pun beliau merasa iba dan gak bisa berkata apa-apa.


Singkat cerita...
Ketika aku mengalami kesusahan tidak ada satupun bantuan materi dari teman-teman kerja ku dlu di tripa yang ku dapat. Bahkan menanyakan kondisi anakku juga tidak. Bahkan pak Wahid selaku kacabnya saja tidak ada basa basi menanyakan kondisi anakku apalgi sengaja datang untuk melihat kondisi anaku. Padahal setiap miting selalu dibahas kebersamaan. Tapi ternyata BULLSYIT... Mereka bener-bener manusia gak punya hati. Yang baik hanya teman-teman SD ku saja yang memberikan sumbangan materi untuk aku dan ibuku bertahan selama di RS (selama anakku dirawat di RS AWS Samarinda aku ditemani ibu kandungku). Hingga akhirnya anakku meninggal pun tidak ada sumbangan materi dari teman-teman tripa. Ya Allah teganya mereka berbuat seperti itu padaku. Terlihat sekali perbedaan antara aku dengan pegawai yang lainnya.

Alhamdulillah teman-teman kerja suamiku lah yang menyumbangkan materi uang duka cita untuk anakku. Temen-teman kerja ku dulu hanya datang saat pemakaman anakku, itupun setelah aku whatsapp Wandi (Kasie marketing) mau pinjam mobil tripa samarinda untuk ke balikpapan bawa jenazah anakku. Tapi gak jadi karena sudah dapat pinjaman ambulans gratis dari bulik ku yang disamarinda yang kebetulan kenal dengan yang punya yayasan ambulan gratis tersebut.

Sampai dibalikpapan sudah ashar, selesai solat ashar, jenazah anakku disolatkan lalu dimakamkan. Teman-teman tripa yang datang dipemakaman adalah Wiwin, Kelik dan Wandi. Deby dan Yanti hanya mengirimkan pesan melalui whatsapp yang isinya turut berduka cita. Dipesan tersebut Deby menyampaikan tidak bisa datang karena ada urusan dengan BNI. Bagiku tak masalah mereka gak datang, karena gak penting juga mereka hadir.


Singkat cerita....
Dari situlah aku mulai dendam, kecewa dan sakit hati terhadap mereka semua sampai saat ini. Aku merasa ketika aku tertimpa musibah mereka seperti tidak memperdulikan aku sama sekali. Tetapi ketika karyawan lain tertimpa musibah mereka perduli, datang menjenguk dan memberikan bantuan materi. Tapi pada saat aku melahirkan hingga anakku meninggal, mereka tidak ada memberikan bantuan materi. Maka, ketika lombok diguncang gempa Yanti sempat membuat status di whatsapp bahwasanya untuk temen-teman yang ingin menyumbangkan dana untu korban di lombok bisa ditransfer kerekeningnya Yanti. Tetapi saat aku yang tertimpa musibah bukan bantuan yang ku dapat, malah ketidakperdulian mereka. Mereka datang menjenguk hanya untuk memberikan aku kabar buruk (seperti cerita aku sebelumnya). Sungguh mereka sangat dzhalim sekali.

Aku merasa mungkin inilah ujian yang harus aku hadapi. Mereka sudah sangat dhzalim terhadapku. Aku cuma bisa berdoa semoga mereka mendapatkan balasan setimpal seperti aku karena sudah sangat dzhalim terhadap ku.


Cerita Bersambung...

HRD, Kacab dan Wakacab yang Dzhalim eps. 01

Saya dulu adalah seorang karyawati di PT. Asuransi Tri Pakarta Cabang Balikpapan. Selama saya bekerja, performa saya bagus. Bahkan tiap kali ganti kepemimpinan alhamdulillah selalu bagus. Walaupun ada 1 pimpinan yang memberiku SP pertama dan terakhir hanya karena file central hilang dan file tersebut sudah saya kasih langsung didepan mukanya tetap saja dibilang hilang. Padahal sebelumnya file itu ada di meja klaim.

Nah,,, selama setahun terakhir ini dipimpin oleh Abdul Wahid sebagai kepala cabang (kacab) dan Deby Tri Cahyono sebagai wakil kepala cabang (wakacab) serta HRD nya adalah Nurjayanti, managementnya menjadi kurang bagus. Mengapa??? Menurut penglihatan saya, mereka yang bisa mencari muka depan pimpinan maka itulah yang akan dibela.
Singkat cerita....
Saat itu aku sudah menikah sirih, dan aku tidak melaporkan status pernikahanku kepada HRD dan juga pimpinan. Karena bagiku, aku melapor, aku tidak akan mendapatkan hak cuti melahirkan. Jadi aku lebih memilih diam. Dan tibalah saat aku melahirkan pada 28 Juni 2018. Kamis malam aku melahirkan, Jumat aku izin di group whatsapp kantor tidak masuk kerja dikarenakan sedang sakit.

Dan.... Deby selaku wakacab membalas yang isinya "kalau mau mendapatkan hak cuti melahirkan harus melampirkan buku nikah, jangan buat peraturan sendiri". Hellloooooo.... Sejak kapan saya buat peraturan sendiri??? Saya lho izin tidak masuk karena sakit habis cesar, saya juga tidak menuntut hak cuti melahirkan karena saya sadar status pernikahan saya seperti apa. Makanya saya tidak menuntut hak apapun termasuk hak cuti melahirkan.


Singkat cerita...
Saya dikasih surat istirahat selama seminggu dari dokter untuk masa pemulihan dan saya sampaikan ke HRD. Kebetulan suami saat itu sedang cuti kerja jadi menemani aku tiap saat. Saat aku keluar dari RS dan pulang kerumah, HRD whatsapp yang mengatakan akan menjengukku. Alhamdulillah akuya senang berarti teman-teman kerja ada kepedulian terhadapku. Tibalah saatnya mereka datang berkunjung kerumah. Yang datang HRD, kasie (kepala seksi) klaim Wiwin Rahmawati dan asisten marketing Kelik Muwahyu. Saat mereka datang menjenguk bukan kabar bahagia yang aku dapat melainkan kabar yang membuat aku olahraga jantung. Yanti (sapaan akrab Nurjayanti, HRD Tripa) mengatakan bahwa dia datang membawa pesan dari pimpinan yaitu bahwasanya saya diberikan 2 pilihan "RESIGN" atau "DIKELUARKAN"... Aku bingung dung alasan aku dikasih 2 pilihan apa??? Apa mungkin hanya karena aku nikah sirih terus melahirkan jadi merugikan perusahaan??? Dan Yanti pun tidak mengatakan alasan jelasnya mengapa aku dikasih 2 pilihan tersebut...
Saya pun cerita ke bagian Kesejahteraan Pegawai kantor pusat yang bernama Ruslan. Beliau mengatakan kenapa dikasih 2 pilihan??? Bukankah performa mbak selama di tripa bagus??? Harusnya seperti itu di konseling atau dikasih SP 1 terlebih dahulu??? Perusahaan dimana-mana juga begitu. Mbak lho gak fraud (korupsi) yang merugikan perusahaan kenapa harus di kasih 2 pilihan??? Harusnya cabang koordinasi ke pusat dlu supaya dicarikan solusinya, bukan langsung memberikan 2 pilihan seperti itu. Lalu apakah mbak ada melawan atau membantah?? Aku jawab karena saya malas ribut dan suami sudah marah besar sehingga saya disuruh resign saja. Mungkin suami akan melaporkan ke disnaker masalah ini mas... Lalu saya cerita ke suami masalah ini dan beliau pun marah besar. Malah beliau bilang "apa perlu aku yang datang ke kantor sambil marah-marah? Atau apa perlu aku yang lapori kedisnaker masalah ini???"


Singkat cerita...
Selesai masa istirahatku, lalu aku pun kembali masuk kerja. Habis miting senin aku disuruh menghadap wakacab karena beliau akan bicara panjang kali lebar kali tinggi. Saat aku menemui wakacab yang dibicarakan hanya intinya saja yaitu tetep aku dikasih 2 pilihan tadi tanpa diberitahukan alasan yang jelasnya kenapa. Beliau mengatakan "kalo dikeluarkan kita bingung alasan yang tepat apa, karena selama ini performa mbak Anggi selama bekerja di tripa bagus. Kita gak mau masalah mbak Anggi ini terdengar sampai ke pusat atau keluar dari lingkup perusahaan (dengan kata lain perusahaan lain tau tentang masalahku) karena nanti aku yang malu kalo sampai masalah aku keluar dari lingkup kantor, kantor pusat dan orang lain tahu. Jadi mereka menutupi masalah ku supaya aku gak malu."

Distulah aku berpikir keras, malu??? Untuk apa??? Apakah nikah sirih terus hamil dan melahirkan adalah sesuatu yang memalukan??? Banyak kok yang seperti itu. Daripada aku ribut aku lebih memilih RESIGN seperti saran suami. Tapi rasa sakit hati aku dan kecewaku masih terasa sampai sekarang. Nah... Dari situlah yang harusnya malu siapa??? Saya atau mereka??? Tanpa konseling atau pemberian SP mereka langsung memberikan 2 pilihan??? Bukankah wakacab pernah bilang ke saya "JANGAN BUAT PERATURAN SENDIRI"

Sekarang saya balikkan kalimat Anda, "yang membuat peraturan sendiri itu siapa??? Saya atau Anda??? Bukankah di dalam buku peraturan perusahaan sudah tertulis bagi pegawai yang melanggar akan diberi sanksi lisan atau surat pemberitahuan (SP 1) yang berlaku hanya 6 bulan saja??? Lantas kenapa Anda mengatakan seperti itu jika Anda sendiri yang melakukannya??? Anda lho pimpinan??? Seharusnya Anda bijak dalam mengambil keputusan... Bukankah kita sama-sama mencari nafkah disitu??? Lantas kenapa wakacab seenaknya buat aturan sendiri??? HRD nya pun hanya menuruti perkataan wakacab. Lantas dimana suara kacab dan HRD nya??? Cuma diam mematung tanpa sepatah kata pun. Aneh....


Note : Cerita ini aku buat bukan menjatuhkan perusahaan tempat saya dulu bekerja, tetapi hanya ingin sharing permasalahan ku saja. Supaya tidak ada pegawai yang diperlakukan tidak adil oleh manusia-manusia yang hanya mengejar kekuasaan dan jabatan semata. Aku menulis seperti ini karena melihat banyak pegawai wanita yang dizholimi oleh oknum yang mempunyai jabatan penting dalam perusahaan dimana pegawai wanita yang habis melahirkan langsung dicut tanpa konseling dan pemberian SP terlebih dahulu. Jika melaporkan kedinas terkait kemudian ditindak lanjuti tidak masalah, tetapi jika melapor dan hanya menampung masalah untuk apa??? Lebih baik dituangkan dalam sebuah cerita.


Cerita Bersambung.....

Sang Penulis

Tempat dan Tanggal lahir : Balikpapan, 13 Juli 1986

Anak ke : 3 dari 3 bersaudara

Pendidikan : 
  • 1992 – 1998 : SD 054 Negeri Balikpapan
  • 1998 – 2001 : SLTP 5 Negeri Balikpapan
  • 2001 – 2004 : SMU 4 Negeri Balikpapan
  • 2004 – 2011 : Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
Facebook : Anggie Ningtyas (anggie.ningtyas.71)
Instagram : @anggieningtyas
Twitter : @AnggieNingtyas2
Keluargaku
Dari Kiri ke kanan : Ayah ku, Ibu ku, Aku, kakak perempuan ku, ipar ku, kemenakan ku, dan terakhir adalah kakak lelaki ku. Kakak lelaki ku ini kerap kali di sangka sebagai pacar ku oleh teman-teman yang belum pernah ketemu dengannya.
Aku anak ke 3 dari 3 bersaudara. Kakak yang pertama adalah laki-laki, sampai sekarang belum menikah. Kakak ku yang ke dua adalah perempuan, dan sudah menikah bahkan telah memiliki anak perempuan yang lucu.


Perjuangan Ku Selama Menuntut Ilmu
Aku kuliah dari awal 2004. Aku sudah tutup teori sejak selesai KKN, pada 2008. Tapi karena aku bandel dan masih pengen hura-hura akhirnya jadwal kelulusan mundur selama beberapa tahun. Banyak sekali teman-teman ku yang berjejak sama. Mereka semua hanya Tugas Akhir saja tetapi karena masih pengen di jogja akhirnya semua terbengkalai. Oh iya, aku kuliah di UAD mengambil jurusan Teknik Informatika. Dimana 1 kelas hanya berisi 5 orang mahasiswi wanita saja dan sisanya adalah mahasiswa lelaki. Bahkan dosennya pun kebanyakan lelaki, dosen perempuan hanya 3 orang saja, tapi itu ketika angkatan ku (2004). Masuk tahun 2005, dosen perempuan sudah mulai bertambah. Kampus ku adalah Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Tapi ada juga lho mahasiswinya tidak ada yang berjilbab. Mereka adalah mahasiswi non muslim, dan mahasiswi dari luar negeri.
Di jurusan ku ada beberapa tahap yang harus dilalui :
  1. Tugas Proyek (TP). Dimana TP ini dikerjakan oleh beberapa orang dengan job description yang berbeda-beda, seperti Programmer, Desain Garfis, Analis, Pengumpulan Data, Bendahara, dll. Tempat penelitian bisa dicarikan oleh dosen pembimbing atau mencari sendiri. Semua berjalan sesuai target. Ketika semua laporan TP sudah fix, maka kami laporan ke dosen pembimbing untuk minta persetujuan ujian TP. Ujian TP pun dilakukan berkelompok dengan mengujikan isi laporan dan program yang dibuat.
  2. Kerja Praktik (KP). Dimana KP ini dikerjakan individu. Tempat penelitian bisa dicarikan oleh dosen pembimbing atau mencari sendiri. Semua berjalan sesuai target. Ketika semua laporan KP sudah fix, maka kami laporan ke dosen pembimbing untuk minta persetujuan ujian KP. Ujian KP pun dilakukan secara individu dengan mengujikan isi laporan dan program yang dibuat.
  3. Kuliah Kerja Nyata (KKN). Dimana KKN ini dilakukan secara berkelompok. KKN ini ada dua Reguler dan Alternatif. Dimana lo KKN Reguler itu adalah anggota untuk kelompok, tempat KKN dan semua-semuanya dilakukan oleh pihak kampus. Jadi mahasiswa hanya mendaftar ke LPM (Lembaga Pengabdian Masyarakat) saja. KKN Reguler sifatnya menginap selama 1 bulan di rumah dukuh atau dalah satu warga setempat. Tapi kalo KKN Alternatif ini dilakukan sendiri. Mulai dari pencarian tempat KKN, anggota kelompok, dan semua-semuanya dilakukan sendiri. Dia sifatnya pergi pulang, tidak menginap di rumah dukuh. Biasanya dilakukan ketika masih ada jadwal kuliah dan berlangsung lebih dari 1 bulan. Bagi mahasiswa yang akan mengikuti KKN Reguler dan Alternatif ini harus memenuhi beberapa syarat yaitu : Lulus Tes  Baca Qur’an (Sertifikat) ; telah menempuh 3 mata kuliah LPSI (Kemuhammadiyahan) dari 4 mata kuliah LPSI yang di tawarkan (Sertifikat), tidak boleh ada salah satu mata kuliah LPSI yang sedang berjalan ; sertifikat Ospek (Pengenalan Penghidupan Kampus) ; surat keterangan dari orang tua / induk semang kos ; surat keterangan dokter apabila ada penyakit yang berbahaya.
  4. TA (Tugas Akhir).
Masuk tahun 2011, seluruh angkatan ku mendapat “surat cinta” dari rektor. Dimana isinya kami harus segera menyelesaikan studi. Akhirnya kami pun ngebut mengerjakan skripsi. Dimana kami menyebutnya dengan Tugas Akhir (TA). TA kami disini bukan hanya membuat laporan saja tapi juga membuat program… Ketika kami sudah mendapatkan “surat cinta”, maka kami pun SKS (Sistem Kebut Semalam). Bahkan ada yang mengerjakan bareng-bareng dan saling bantu-membantu menganalisis penelitian. Sampai akhirnya kami bisa sidang/pendadaran bareng-bareng, yudisium bareng dan alhamdulilah lulus pun bareng-bareng. Senangnya ketika kami di persatukan dalam acara Sidang Senat Terbuka (Wisuda). rasanya plong sudah beban yang selama ini kami pikul. Tak ada penat mengerjakan laporan dan program.

Pasukan Hitam Putih
Ini adalah teman-teman angkatan 2004, temen-temen seperjuangan. Pasukan hitam putih. Alhamdulilah akhirnya yudisium juga setelah beberapa tahun menuntut ilmu dan akhirnya kami pun mendapatkan gelar S.T. Alhamdulilah. Subhanallah senangnya bisa yudisium bareng temen-temen seperjuangan… Tolong-menolong dalam pembuatan laporan dan program TA. Bagi yang laki-laki mengerjakan program TA, dan yang wanita mengerjakan laporan, dan revisi laporan setelah sidang. Tapi itu hanya bagi ku dan temen-temen dekat ku saja. Bagi temen-temen yang lain aku tidak tahu apakah seperti itu atau tidak.

Hasil Perjuangan
Kuliah selama beberapa tahun hanya untuk mendapatkan selembar ijazah (maaf ijazah tidak saya tampilkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan). Seandainya aku belum dapat “surat cinta” dari rektor mungkin saat ini aku masih berkutat dengan laporan dan program. Karena aku masih betah di jogja. Ingin sekali aku menetap di jogja tapi apalah daya ku. Aku harus kembali ke kampung halaman ku. Jogja adalah kota yang teristimewa bagi ku. Istimewa negerinya, istimewa orangnya… Kota yang penuh dengan sejuta misteri. Banyak sejarah yang aku pelajari di kota ini. Bukan hanya sejarahnya, tapi juga kesopanannya, ramah tamahnya, sosialisasi bertetangga, adat-istiadat, dan masih banyak lagi.