Rabu, 13 Januari 2021

Apakah Perlu Adzan Ketika Shalat Sendiri???

[Mutiara AS-SILSILAH ASH-SHAHIHAH #3]⁣

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:⁣

"Rabb kalian merasa takjub kepada seorang penggembala kambing yang hidup sendirian di atas gunung, yaitu ketika ia mengumandangkan adzan lalu shalat.⁣

Allah 'Azza wa Jalla berfirman, "Lihatlah kepada hamba-Ku ini, dia mengumandangkan adzan lalu shalat, semata-mata karena ia takut kepada-Ku. Aku telah mengampuni dosa hamba-Ku ini dan telah memasukannya ke dalam surga".⁣

[Hadits no. 41]⁣

Syaikh Al-Albani berkata: "Pada hadits ini terdapat satu pembahasan fikih, yaitu disunnahkannya mengumandangkan adzan bagi yang shalat sendirian. Seperti itu pula An-Nasa'i memberi judul untuk hadits ini. ⁣

Dan telah ada pula perintah (dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam) untuk mengumandangkan adzan dan iqomah pada beberapa jalur periwayatan hadits yang dikenal dengan hadits lelaki yang buruk shalatnya.⁣

Maka tidak sepantasnya seorang muslim meninggalkan dan bermudah-mudahan terhadap sunnah yang mulia ini".⁣

๐Ÿ“ Repost by admin

Sedekah Pada Kerabat Lebih Utama

 ๐Ÿ”ฐ *SEDEKAH PADA KERABAT LEBIH UTAMA* ๐Ÿšป 

๐Ÿ๐Ÿ€๐Ÿ๐Ÿ€๐Ÿ๐Ÿ€


๐Ÿ”น _Dari Salman bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,_


_“Sesungguhnya sedekah kepada orang miskin pahalanya satu sedekah, sedangkan sedekah kepada kerabat pahalanya dua; pahala sedekah dan pahala menjalin hubungan kekerabatan.”_

_(HR. An Nasai, no. 2583; Tirmidzi no. 658; Ibnu Majah, no. 1844. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)_


๐Ÿ”ธ _Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan pada Zainab istri ‘Abdullah bin Mas’ud yang ingin memberikan zakat pada suaminya dan anak yatim dalam asuhannya, beliau bersabda,_


_“Benar, untuk sedekah kepada kerabat akan mendapatkan dua ganjaran: (1) pahala menjalin hubungan kerabat, (2) pahala sedekah itu sendiri.”_

_(HR. Bukhari, no. 1466; Muslim, no. 1000)_


๐Ÿ”น _Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengatakan kepada Abu Thalhah yang ingin menyedekahkan kebun Bairaha, kebun kurma terbaik miliknya,_


_“Saya berpandangan bahwa yang terbaik adalah engkau berikan sedekahmu itu kepada kerabatmu.”_

_(HR. Bukhari, no. 5611; Muslim, no. 998)_


๐ŸŽ™️ _Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah menyatakan,_


_“Boleh memberikan zakat kepada kerabat selama itu bukan jadi tanggungan nafkah dari orang yang memberi zakat. Kalau yang diberikan zakat adalah orang yang masih dalam tanggungan nafkah, maka tidak dibolehkan.”_

_(Dinukil dari Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab, no. 20278)_


๐Ÿ”ธ _Kapan anak wajib memberikan nafkah kepada orang tua? Al-Qadhi Abu Syuja’ dalam Matan Al-Ghayah wa At-Taqrib menjelaskan,_


*Nafkah anak untuk kedua orang tua dihukumi wajib ketika memenuhi dua syarat:*

*1. Miskin dan tidak kuat dalam mencari nafkah, atau*

*2. Miskin dan gila (hilang ingatan)*


๐Ÿ“š *FIQIH WANITA*


〰〰〰〰๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ〰〰〰〰


๐Ÿ“ก Mari sebarkan dakwah bersama kami.

Bagaimana Hukumnya Suami Yang Sudah Beristri Masih Suka Chat Dengan Wanita Yang Sudah Bersuami???

Q : Bismillah... Bagaiman hukumnya suami yg telah beristri, sudah mengaji tetapi masih bersahabat dgn teman wanita yg juga telah menikah dan memiliki grup sendiri tanpa adanya istri dan suami ada digrup tersebut? Si suami susah meninggalkan sahabat wanita nya krn telah kenal lama sekali jauh sebelum dia hijrah dan menikah ustadzah

Teman ana merasa hal tsb tidak pantas dan merasa hatinya cemburu terlebih ketika teman wanita suaminya ini pasang status yg menunjukkan kedekatan mereka. Di grup tersebut, hanya ada suami teman ana dan sahabat wanitanya. Teman ana ingin menasehati tapi masih berat, krn takut suaminya marah atau lebih mementingkan sahabat wanitanya dibanding istrinya.

Bagaimana ya ustadzah cara menasehatinya?



A : Betul,,memang tidak pantas lelaki dan wanita yg bukan mahram berdua duan ,berbicara tanpa udzur syar'i,,,ber khalwat antara wanita dan lelaki yg bukan mahram itu termasuk perbuatan tercela dan berdosa...


Jika suami nya sudah ngaji dan mempunyai ustadz tempat beliau mendengarkan kajian,,mungkin bisa diajak suami nya bertanya langsung ke ustadz nya,, atau bisa si istri mengirimkan video ceramah ustad ustadz sunnah tentang khalwat nya lelaki dan wanita yg bukan mahram,,,


Dan istri pelan pelan ingat kan suami agar mulai menjaga jarak dengan wanita tsb..apalagi wanita tsb sudah bersuami,, dikhawatirkan timbul fitnah antara mereka berdua yg dapat merusak rumah tangga mereka berdua,,dan selalu doakan suami nya agar di berikan kefaqihan tentang agama ini,,sehingga beliau bisa lebih sami'na wa ato'na,,


Wallahu'alam


Bagaimana Menghadapi Mertua Yang Mendiamkan Menantunya???

 QnA Belajar Sunnah Islam


Q : Assalamualaikum,, umm ana mau tanya bagaimana menghadapi mertua yg diamin ana, sedangkan suami melarang ana untuk banyak nyelondoh karna menurut suami ana ini diremehin karna banyak nyelondohnya, ana suruh cuek, tp ana takut ana dan suami jd anak durhaka klo tetap diam, dan ana jg gak berani untuk menegur duluan, sebab sebelumnya ada salah paham omnngan antara ana dan mertua, tp sudah ana jelaskan beliau tetep gak mau tau penjelasan itu, terakhir malah ada kta2( coba cari mertua kayak aku dimana klo ada)  sambil pergi. Minta solusi nya ya umm


A : Waalaikummussalam


Berbakti kepada orang tua hukum nya wajib..dan anak tidak boleh memboikot orang tua..walau orang tua tersebut dzalim,,


Maka tidak sepatutnya kita membalas apa yg orang tua kita lakukan terhadap kita

Datangi orang tua ( mertua ) anti, minta maaf dengan tulus ,Tetap tegur, ucapkan salam , bantu kekurangan mereka, pergauli orang tua kita dengan cara yg ma'ruf sambil doakan hidayah buat orang tua..


Jika mereka marah ,jangan di ambil hati,,dan jangan di debat ,banyak istighfar dan ta'awudz, minta perlindungan sama Allah ta'ala agar tidak ikut emosi ketika orang tua kita emosi...

Dan bicara lah seperlunya saja, dan bicara lah yg bermanfaat, jangan berbicara yg dapat menyinggung perasaan orang tua...


( ana menjawab berdasarkan pengalaman ana dulu, ketika ada masalah dengan orang tua dan mertua ...dan Qadarullah akhirnya mereka luluh hati nya dan hubungan ana menjadi semakin membaik )

Selasa, 12 Januari 2021

Bolehkah Memberi Karangan/Bingkisan abunya Ketika Menjenguk Orang Sakit???

Menghadiahkan Bunga kepada Orang Sakit

Tanya: Fadhilatusy Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin, anggota Majelis Fatwa, semoga Allah melindungi anda, as-salaamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuhu wa ba’du, kami ingin bertanya kepada anda tentang fenomena yang semakin lama semakin marak terjadi di sejumlah rumah sakit. Ironinya hal itu terjadi di tengah masyarakat muslim yang diadopsi dari budaya barat yang kafir, yaitu menghadiahkan bingkisan bunga kepada si sakit, kadang bingkisan bunga tersebut dibeli dengan harga yang sangat mahal. Bagaimana pandangan anda tentang kebiasaan tersebut?


Jawab:


Wa ‘alaikum salam wa rahmatullah wa barakaatuhu wa ba’du, tentu saja bingkisan bunga seperti itu tidak ada faedahnya dan tidak ada gunanya sama sekali. Tidak dapat menyembuhkan si sakit dan tidak juga menurunkan penderitaannya serta tidak membawa kesehatan bagi si sakit dan menolak penyakitnya.


Bunga itu hanyalah bunga buatan tangan (yang dirangkai dengan tangan) atau dengan mesin kemudian dijual dengan harga mahal. Yang untung adalah pihak produsen sementara yang jelas rugi adalah pihak konsumen. Perbuatan seperti itu hanyalah melatahi budaya orang-orang barat secara membabi buta tanpa memikirkan untung ruginya.


Bingkisan bunga tersebut dibeli dengan harga mahal lalu hanya bertahan satu dua jam atau satu dua hari kemudian dibuang ke tempat sampah tanpa ada faedah sama sekali. Seharusnya uang untuk membeli bingkisan semacam itu disimpan dan digunakan untuk hal-hal yang berguna bagi dunia maupun agama.


Bagi yang melihat orang yang membelinya atau menjualnya hendaklah memberi peringatan kepada mereka semoga mau bertaubat dan meninggalkan usaha yang cuma mendatangkan kerugian yang nyata itu.


Shalawat beriring salam semoga tercurah atas Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wasallam, atas keluarga dan segenap sahabat beliau.


Sumber : http://fadhlihsan.wordpress.com/2011/07/18/menghadiahkan-bunga-kepada-orang-sakit/

Kafir Karena Bisikan Dalam Hati

By Ahmad Anshori, Lc


18574


Kafir Karena Bisikan Dalam Hati?


Pak Ust, sy sering denger bisikan di hati yg berat banget diucapkan. Sampe kyk2 bisa batalin iman. Ngehina Islamlah dll. Bikin gelisah. Apa bener ust, bisa kafir krn bisikan sprti itu?

Jawaban:

Bismillah walhamdulillah was sholaatu wassalam’ala Rasulillah wa ba’du.

Perasaan gelisah, mendengar bisikan-bisikan buruk seperti itu, adalah suatu kebahagiaan dan nikmat. Insyaallah itu sebagai tanda kejujuran iman. Karena hati yang bercahaya dengan iman, tidak akan merasa tenang dengan segala hal yang berbau dosa.

Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda,

ุงู„ุจุฑ ู…ุงุงุทู…ุฃู† ุฅู„ูŠู‡ ุงู„ู†ูุณ ูˆุงุทู…ุฃู† ุฅู„ูŠู‡ ุงู„ู‚ู„ุจ. ูˆุงู„ุฅุซู… ู…ุงุญุงูƒ ููŠ ุงู„ู†ูุณ ูˆ ุชุฑุฏุฏ ููŠ ุงู„ุตุฏุฑ ูˆุฅู† ุฃูุชุงูƒ ุงู„ู†ุงุณ ูˆุฃูุชูˆูƒ.

Kebaikan adalah apa saja yang menenangkan hati dan jiwamu. Sedangkan dosa adalah apa yang menyebabkan hati bimbang dan cemas meski banyak orang mengatakan bahwa hal tersebut merupakan kebaikan.” (HR. Ahmad, At-Thabrani dan dan Al Baihaqi)

Kejadian yang sama, juga pernah dialami oleh sebagian sahabat yang mulia. Mereka pernah curhat kepada Nabi shallallahu’alaihi wasallam tentang bisikan-bisikan jahat yang begitu berat jika diucapkan.

ุฅู†ّุง ู†ุฌุฏ ููŠ ุฃู†ูุณู†ุง ู…ุง ูŠุชุนุงุธู… ุฃุญุฏู†ุง ุฃู† ูŠุชูƒู„ู… ุจู‡

“Kami mendapati dalam diri kami bisikan-bisikan yang terasa berat untuk kami ucapkan.”

ูู‚ุงู„ : ุฃูˆ ู‚ุฏ ูˆุฌุฏุชู…ูˆู‡؟

“Apakah kalian benar telah mendapati perasaan berat saat mendengar bisikan itu?”tanya Nabi memastikan.

“Iya…” Jawab mereka kompak.

Nabi kemudian bersabda,

ุฐุงูƒ ุตุฑูŠุญ ุงู„ุฅูŠู…ุงู†

“Itulah tanda iman yang nyata.”

(HR.Muslim)

Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan hadis di atas,

ุฃู…ุง ู…ุนุงู†ูŠ ุงู„ุฃุญุงุฏูŠุซ ูˆูู‚ู‡ู‡ุง: ูู‚ูˆู„ู‡ ๏ทบ: ุฐู„ูƒ ุตุฑูŠุญ ุงู„ุฅูŠู…ุงู† ูˆู…ุญุถ ุงู„ุฅูŠู…ุงู† ู…ุนู†ุงู‡ ุงุณุชุนุธุงู…ูƒู… ุงู„ูƒู„ุงู… ุจู‡ ู‡ูˆ ุตุฑูŠุญ ุงู„ุฅูŠู…ุงู†، ูุฅู† ุงุณุชุนุธุงู… ู‡ุฐุง ูˆุดุฏุฉ ุงู„ุฎูˆู ู…ู†ู‡ ูˆู…ู† ุงู„ู†ุทู‚ ุจู‡ ูุถู„ุง ุนู† ุงุนุชู‚ุงุฏู‡ ุฅู†ู…ุง ูŠูƒูˆู† ู„ู…ู† ุงุณุชูƒู…ู„ ุงู„ุฅูŠู…ุงู† ุงุณุชูƒู…ุงู„ุง ู…ุญู‚ู‚ุง ูˆุงู†ุชูุช ุนู†ู‡ ุงู„ุฑูŠุจุฉ ูˆุงู„ุดูƒูˆูƒ.

Makana hadis: sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam, “Itulah tanda iman yang nyata dan kemurnian iman.” maknanya adalah, perasaan berat yang dirasakan untuk mengucapkan kalimat bisikan itu, itulah tanda nyata adanya iman. Karena beratnya hati dan perasaan takut dari akibat kalimat kufur itu, dan takut mengucapkannya apalagi meyakininya, ini tidak akan terjadi kecuali pada seorang yang berupaya menyempurnakan imannya. Mewujudkan kesempurnaan yang dapat mengusir segala keraguan. (Al Minhaj, 2/154)

Bisikan setan seperti itu, dampaknya kepada orang beriman, hanya sebagai bisikan. Karena dengan iman yang Allah karuniakan padanya, ia dapat melawan dan menolak bisikan-bisikan jahat itu.

Ada kisah menarik dari sepupu Nabi shallallahu’alaihi wasallam; Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma. Beliau mengisahkan,

“Sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam didatangi seseorang. Dia berkata, “Sungguh aku merasakan dalam jiwaku yang seandainya aku menjadi burung merpati lebih aku sukai daripada aku mengucapkannya.”

Nabi shallallahu alaihi wa sallam kemudian bersabda,

ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุงู„ุฐูŠ ุฑุฏ ุฃู…ุฑู‡ ุฅู„ู‰ ุงู„ูˆุณูˆุณุฉ

“Segala puji bagi Allah yang hanya dapat menggoda orang mukmin berupa bisikan.” (HR. Abu Daud)

Itu diantara cara Rob kita yang mulia, menguji iman kita. Untuk membedakan, mana yang benar setia imannya, mana yang sekedar omongan.

ุฃَุญَุณِุจَ ูฑู„ู†َّุงุณُ ุฃَู† ูŠُุชุۡฑَูƒُูˆุٓงْ ุฃَู† ูŠَู‚ُูˆู„ُูˆุٓงْ ุกَุงู…َู†َّุง ูˆَู‡ُู…ۡ ู„َุง ูŠُูุۡชَู†ُูˆู†َ

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji?

ูˆَู„َู‚َุฏۡ ูَุชَู†َّุง ูฑู„َّุฐِูŠู†َ ู…ِู† ู‚َุจูۡ„ِู‡ِู…ۡۖ ูَู„َูŠَุนูۡ„َู…َู†َّ ูฑู„ู„َّู‡ُ ูฑู„َّุฐِูŠู†َ ุตَุฏَู‚ُูˆุงْ ูˆَู„َูŠَุนูۡ„َู…َู†َّ ูฑู„ูۡƒَٰุฐِุจِูŠู†َ

Sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta. (QS. Al-Ankabut, 2 – 3)

Maka, bisikan kufur yang yang terdengar dalam hati kita, tidak menyebabkan kekafiran, selama kita ingkari. Perasaan gelisah dan upaya Anda menanyakan perihal bisikan jahat tersebut, adalah sebagai bentuk pengingkaran. Sebagaimana yang telah diupayakan oleh sebagian sahabat Nabi shallallahu’alaihi wasallam yang mengalami pengalaman yang sama, mereka merasakan kesempitan dada kemudian curhat kepada Nabi shallallahu’alaihi wasallam. Bahkan reaksi hati kita untuk gelisah, tidak tenang, kemudian bertanya solusi, adalah tanda kejujuran iman.


Doa Berlindung dari Bisikan Buruk


Ada beberapa doa, yang bisa kita ucapkan untuk berlindung dari kejahatan bisikan-bisikan buruk itu. Diantaranya adalah berikut :

[1] Tersebut dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

ูŠุฃุชูŠ ุงู„ุดูŠุทุงู† ุฃุญุฏูƒู… ููŠู‚ูˆู„ ู…ู† ุฎู„ู‚ ูƒุฐุง ؟ ู…ู† ุฎู„ู‚ ูƒุฐุง ؟ ุญุชู‰ ูŠู‚ูˆู„ ู…ู† ุฎู„ู‚ ุฑุจูƒ؟! ูุฅุฐุง ุจู„ุบู‡ ูู„ูŠุณุชุนุฐ ุจุงู„ู„ู‡ ูˆู„ูŠู†ุชู‡

“Setan akan mendatangi salah seorang di antara kalian, lalu dia akan bertanya, ‘siapa yang menciptakan ini, siapa yang menciptakan itu?”

Hingga akhirnya dia bertanya, “Siapa yang menciptakan tuhanmu?”

Jika sampai kepadanya hal tersebut, maka hendaknya dia berlindung kepada Allah (berta’awwudz) dan berhenti (tidak meneruskan).

Inilah doanya, membaca ta’awwudz :

A’UDZUBILLAHI MINAS SYAITHOONIR ROJIIM

Artinya : Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.

[2] Atau dengan memperbanyak membaca surat An Nas. Karena di dalam surat ini, terdapat doa berlindung dari bisikan-bisikan setan yang terkutuk..

ู‚ُู„ۡ ุฃَุนُูˆุฐُ ุจِุฑَุจِّ ูฑู„ู†َّุงุณِ *ู…َู„ِูƒِ ูฑู„ู†َّุงุณِ * ุฅِู„َٰู‡ِ ูฑู„ู†َّุงุณِ *ู…ِู† ุดَุฑِّ ูฑู„ูۡˆَุณูۡˆَุงุณِ ูฑู„ุۡฎَู†َّุงุณِ * ูฑู„َّุฐِูŠ ูŠُูˆَุณูۡˆِุณُ ูِูŠ ุตُุฏُูˆุฑِ ูฑู„ู†َّุงุณِ * ู…ِู†َ ูฑู„ุۡฌِู†َّุฉِ ูˆَูฑู„ู†َّุงุณِ

Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Aku berlindung dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia.” (QS.An-Nas, 1 – 6)

Nabi shalallahu alaihi wa sallam selalu rutin membaca surat ini, bersama surat Al Falaq dan Al Ikhlas, setiap pagi dan petang, masing-masing dibaca tiga kali.

Dari Abdullah bin Khubaib –radhiyallahu ‘anhu-. Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– pernah bersabda kepadanya:

ู‚ُู„ْ : ” ู‚ُู„ْ ู‡ُูˆَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุฃَุญَุฏٌ ” ، ูˆَุงู„ู…ُุนَูˆِّุฐَุชَูŠْู†ِ ، ุญِูŠู†َ ุชُู…ْุณِูŠ ูˆَุชُุตْุจِุญُ ุซَู„ุงَุซَ ู…َุฑَّุงุชٍ ، ุชَูƒْูِูŠูƒَ ู…ِู†ْ ูƒُู„ِّ ุดَูŠْุกٍ

“Katakanlah: “Katakanlah bahwa Allah itu Maha Esa” (surat Al-Ikhlas), dan kedua surat perlindungan (surat Al-Falaq dan An-Nas), pada waktu sore dan pagi hari, sebanyak 3x. Niscaya kamu akan dicukupkan dari segala sesuatu”.

(HR. Tirmidzi: 3575 dan telah dishahihkannya, Abu Daud, dishahihkan oleh Nawawi di dalam Al Adzkar: 107)

Demikian pula setiap selesai sholat.

Uqbah bin Amir radhiallahu ‘anhu berkata,

ุฃَู…َุฑَู†ِูŠ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฃَู†ْ ุฃَู‚ْุฑَุฃَ ุจِุงู„ْู…ُุนَูˆِّุฐَุงุชِ ุฏُุจُุฑَ ูƒُู„ِّ ุตَู„َุงุฉٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkanku agar membaca surat Al-Mu’awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas) setiap selesai menunaikan shalat.” (Sahih; H.R. Abu Daud, no. 1523; Shahih Sunan Abi Daud, no. 1348)

Baca Juga : 

***

Dijawab oleh Ustadz Ahmad Anshori

(Alumni Universitas Islam Madinah, Pengajar di PP Hamalatul Qur’an Yogyakarta)

Waktu Berdo'a Nabi SAW

Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ู‡ِู‰َ ู…َุง ุจَูŠْู†َ ุฃَู†ْ ูŠَุฌْู„ِุณَ ุงู„ุฅِู…َุงู…ُ ุฅِู„َู‰ ุฃَู†ْ ุชُู‚ْุถَู‰ ุงู„ุตَّู„ุงَุฉُ

“Waktu tersebut adalah antara imam duduk ketika khutbah hingga imam menunaikan shalat Jumat.” (HR. Muslim 2012 dan Abu Daud 1051)

Jangan lewatkan peluang berlian ini saudari saudariku
Barakallahu fikunna❤๐Ÿ’•๐Ÿ’•


Afwan saya salah nukil hadist seharusnya waktu asar semoga allah mengampuni kelalaian saya aamiin...


Kumpulan Do'a Nabi Muhammad SAW

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Berikut beberapa doa yang dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Semoga bisa kita amalkan,


1⃣. Ditetapkan hati dalam Iman๐Ÿƒ


ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ูŠุง ู…ُุตَุฑِّูَ ุงู„ْู‚ُู„ُูˆْุจِ، ุตَุฑِّูْ ู‚ُู„ُูˆْุจَู†َุง ุนَู„َู‰ ุฏِูŠู†ِูƒَ


“Wahai Tuhan yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada agamaMu.” (HR. Muslim 2654)


2⃣. Ampunan dalam segala hal๐Ÿ


ุงَู„ู„ّู‡ُู…َّ ุงุบْูِุฑْ ู„ِูŠْ ุฎَุทِูŠْุฆَุชِูŠْ، ูˆَุฌَู‡ْู„ِูŠْ، ูˆَุฅِุณْุฑَุงูِูŠْ ูِูŠ ุฃَู…ْุฑِูŠْ، ูˆَู…َุง ุฃَู†ْุชَ ุฃَุนْู„َู…ُ ุจِู‡ِ ู…ِู†ِّูŠْ. ุงู„ู„ّู‡ُู…َّ ุงุบْูِุฑْ ู„ِูŠْ ุฌَุฏِّูŠْ ูˆَู‡َุฒْู„ِูŠْ، ูˆَุฎَุทَุฆِูŠْ ูˆَุนَู…ْุฏِูŠْ، ูˆَูƒُู„ُّ ุฐู„ِูƒَ ุนِู†ْุฏِูŠْ، ุงู„ู„ّู‡ُู…َّ ุงุบْูِุฑْ ู„ِูŠْ ู…َุง ู‚َุฏَّู…ْุชُ، ูˆَู…َุง ุฃَุฎَّุฑْุชُ، ูˆَู…َุง ุฃَุณْุฑَุฑْุชُ، ูˆَู…َุง ุฃَุนْู„َู†ْุชُ، ูˆَู…َุง ุฃَู†ْุชَ ุฃَุนْู„َู…ُ ุจِู‡ِ ู…ِู†ِّูŠْ، ุฃَู†ْุชَ ุงู„ْู…ُู‚َุฏِّู…ُ، ูˆَุฃَู†ْุชَ ุงู„ْู…ُุคَุฎِّุฑُ، ูˆَุฃَู†ْุชَ ุนَู„َู‰ ูƒُู„ِّ ุดَูŠْุกٍ ู‚َุฏِูŠْุฑٌ.


“Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kebodohanku, keberlebih-lebihan dalam perkaraku, dan apa yang Engkau lebih mengetahui daripadaku. Ya Allah, ampunilah dirikAllah

am kesungguhanku, kelalaianku, kesalahanku, kesengajaanku, dan semua itu adalah berasal dari sisiku. Ya Allah, ampunilah aku dari segala dosa yang telah aku lakukan dan yang belum aku lakukan, segala dosa yang aku sembunyikan dan yang aku tampakkan, dan dosa yang Engkau lebih mengetahui daripadaku, Engkaulah Yang Maha Mendahulukan dan Yang mengakhirkan, dan Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. (HR. Bukhari 6398 dan Muslim 2719).


3⃣. Mohon Diperbaiki Segala Urusan๐ŸŒน


ุงَู„ู„َّู€ู‡ُู€َّู… ุฃَุตْู„ِุญْ ู„ِูŠ ุฏِูŠู†ِูŠ ุงู„ّุฐِูŠ ู‡ُูˆَ ุนِุตْู…َุฉُ ุฃَู…ْุฑِูŠ، ูˆَุฃَุตْู„ِุญْ ู„ِูŠ ุฏُู†ْูŠَุงูŠَ ุงู„ّุชِูŠ ูِูŠู‡َุง ู…َุนَุงุดِูŠ، ูˆَุฃَุตْู„ِุญْ ู„ِูŠ ุขุฎِุฑَุชِูŠ ุงู„ّุชِูŠ ูِูŠู‡َุง ู…َุนَุงุฏِูŠ، ูˆَุงุฌْุนَู„ِ ุงู„ْุญَูŠَุงุฉَ ุฒِูŠَุงุฏَุฉً ู„ِูŠ ูِูŠ ูƒُู„ِّ ุฎَูŠْุฑٍ، ูˆَุงุฌْุนَู„ِ ุงู„ْู…َูˆْุชَ ุฑَุงุญَุฉً ู„ِูŠ ู…ِู†ْ ูƒُู„ِّ ุดَุฑٍّ



Ya Allah mohon kebaikan pada urusan agamaku karena itu adalah penjaga semua urusanku. Aku mohon kebaikan pada urusan duniaku karena itu tempat hidupku. Aku mohon kebaikan pada urusan akhiratku karena itu tempat kembaliku. Jadikanlah hidup ini tambahan kebaikan bagiku, dan jadikanlah kematianku waktu istirahat bagiku dari segala keburukan. (HR. Muslim 2720)


4⃣. Perlindungan dari Fitnah Kaya dan Fitnah Miskin๐Ÿ‚


ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†ِّูŠ ุฃَุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ูƒَุณَู„ِ ูˆَุงู„ู‡َุฑَู…ِ، ูˆَุงู„ู…َุฃْุซَู…ِ ูˆَุงู„ู…َุบْุฑَู…ِ، ูˆَู…ِู†ْ ูِุชْู†َุฉِ ุงู„ู‚َุจْุฑِ، ูˆَุนَุฐَุงุจِ ุงู„ู‚َุจْุฑِ، ูˆَู…ِู†ْ ูِุชْู†َุฉِ ุงู„ู†َّุงุฑِ ูˆَุนَุฐَุงุจِ ุงู„ู†َّุงุฑِ، ูˆَู…ِู†ْ ุดَุฑِّ ูِุชْู†َุฉِ ุงู„ุบِู†َู‰، ูˆَุฃَุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†ْ ูِุชْู†َุฉِ ุงู„ูَู‚ْุฑِ، ูˆَุฃَุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†ْ ูِุชْู†َุฉِ ุงู„َู…ุณِูŠุญِ ุงู„ุฏَّุฌَّุงู„


Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan usia jompo, perbuatan dosa dan hutang, fitnah kubur dan azab kubur, fitnah neraka dan azab neraka, keburukan fitnah kekayaan; aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kemiskinan dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Masih Dajjal. (HR. Bukhari 6368)


5⃣. Perlindungan Dicabutnya Nikmat Lahir Batin๐ŸŒฟ


ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†ِّู‰ ุฃَุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†ْ ุฒَูˆَุงู„ِ ู†ِุนْู…َุชِูƒَ ูˆَุชَุญَูˆُّู„ِ ุนَุงูِูŠَุชِูƒَ ูˆَูُุฌَุงุกَุฉِ ู†ِู‚ْู…َุชِูƒَ ูˆَุฌَู…ِูŠุนِ ุณَุฎَุทِูƒَ

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu. (HR. Muslim 2739).


6⃣. Agar Dijauhkan dari Sifat Pengecut & Tidak Pikun๐ŸŒผ


ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†ِّูŠ ุฃَุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ْุฌُุจْู†ِ، ูˆَุฃَุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ุฃَู†ْ ุฃُุฑَุฏَّ ุฅِู„َู‰ ุฃَุฑْุฐَู„ِ ุงู„ْุนُู…ُุฑِ، ูˆَุฃَุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†ْ ูِุชْู†َุฉِ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง، ูˆَุฃَุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†ْ ุนَุฐَุงุจِ ุงู„ْู‚َุจْุฑِ


Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut, aku berlindung kepada-Mu kepada serendah-rendahnya usia (pikun), aku berpindung kepada-Mu dari fitnah dunia, dan aku berlindung berlindung kepada-Mu dari adzab kubur. (HR. Bukhari 2822)


7⃣. Berlindung dari Keburukan Amal๐Ÿ„


ุงู„ู„ู‡ُู…َّ ุฅِู†ِّูŠ ุฃَุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†ْ ุดَุฑِّ ู…َุง ุนَู…ِู„ْุชُ، ูˆَุดَุฑِّ ู…َุง ู„َู…ْ ุฃَุนْู…َู„ْ


Ya Allah, aku berlindung dari keburukan yang telah aku perbuat dan keburukan yang belum aku perbuat. (HR. Muslim 2716)


8⃣. Agar Jiwanya Bertaqwa & Berlindung dari Ilmu yang tidak Manfaat๐ŸŒบ


ุงู„ู„ู‡ُู…َّ ุขุชِ ู†َูْุณِูŠ ุชَู‚ْูˆَุงู‡َุง، ูˆَุฒَูƒِّู‡َุง ุฃَู†ْุชَ ุฎَูŠْุฑُ ู…َู†ْ ุฒَูƒَّุงู‡َุง، ุฃَู†ْุชَ ูˆَู„ِูŠُّู‡َุง ูˆَู…َูˆْู„َุงู‡َุง، ุงู„ู„ู‡ُู…َّ ุฅِู†ِّูŠ ุฃَุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†ْ ุนِู„ْู…ٍ ู„َุง ูŠَู†ْูَุนُ، ูˆَู…ِู†ْ ู‚َู„ْุจٍ ู„َุง ูŠَุฎْุดَุนُ، ูˆَู…ِู†ْ ู†َูْุณٍ ู„َุง ุชَุดْุจَุนُ، ูˆَู…ِู†ْ ุฏَุนْูˆَุฉٍ ู„َุง ูŠُุณْุชَุฌَุงุจُ ู„َู‡َุง

Ya Allah karuniakan ketakwaan pada jiwaku. Sucikanlah ia, sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik yang mensucikannya, Engkau-lah Yang Menjaga serta Melindunginya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari Ilmu yang tidak manfaat, hati yang tidak khusyu, dan doa yang tidak diijabahi. (HR. Muslim 2722).


9⃣. Mohon Bisa Melihat Wajah Allah๐Ÿคฒ๐Ÿป


ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†ِّูŠ ุฃَุณْุฃَู„ُูƒَ ู„َุฐَّุฉَ ุงู„ู†َّุธَุฑِ ุฅِู„َู‰ ูˆَุฌْู‡ِูƒَ، ูˆَุงู„ุดَّูˆْู‚َ ุฅِู„َู‰ ู„ِู‚َุงุฆِูƒَ ูِูŠ ุบَูŠْุฑِ ุถَุฑَّุงุกَ ู…ُุถِุฑَّุฉٍ، ูˆَู„َุง ูِุชْู†َุฉٍ ู…ُุถِู„َّุฉٍ


Ya Allah, Aku mohon kepada-Mu kenikmatan memandang wajah-Mu (di Surga), rindu bertemu dengan-Mu tanpa penderitaan yang membahayakan dan fitnah yang menyesatkan. (HR. Nasai 1305 dan dishahihkan al-Albani)


๐Ÿ”Ÿ. Dimudahkan Berbuat Baik & Mencintai Orang Miskin๐Ÿ’ž


ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†ِّู‰ ุฃَุณْุฃَู„ُูƒَ ูِุนْู„َ ุงู„ْุฎَูŠْุฑَุงุชِ ูˆَุชَุฑْูƒَ ุงู„ْู…ُู†ْูƒَุฑَุงุชِ ูˆَุญُุจَّ ุงู„ْู…َุณَุงูƒِูŠู†ِ ูˆَุฃَู†ْ ุชَุบْูِุฑَ ู„ِู‰ ูˆَุชَุฑْุญَู…َู†ِู‰ ูˆَุฅِุฐَุง ุฃَุฑَุฏْุชَ ูِุชْู†َุฉَ ู‚َูˆْู…ٍ ูَุชَูˆَูَّู†ِู‰ ุบَูŠْุฑَ ู…َูْุชُูˆู†ٍ


Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk mudah melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran serta aku memohon pada-Mu supaya bisa mencintai orang miskin,ampunilah (dosa-dosa)ku, rahmatilah saya, jika Engkau menginginkan untuk menguji suatu kaum maka wafatkanlah saya dalam keadaan tidak tenggelam dalam ujian. (HR. Tirmidzi no. 3235 dan Ahmad 5: 243, dan Dishahihkan al-Albani)


1⃣1⃣. Mohon Agar Bisa Mencintai Orang yang Mencintai Allah❤


ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†ِّู‰ ุฃَุณْุฃَู„ُูƒَ ุญُุจَّูƒَ ูˆَุญُุจَّ ู…َู†ْ ูŠُุญِุจُّูƒَ ูˆَุญُุจَّ ุนَู…َู„ٍ ูŠُู‚َุฑِّุจُ ุฅِู„َู‰ ุญُุจِّูƒَ


Saya memohon agar dapat mencintai-Mu, mencintai orang-orang yang mencintai-Mu dan mencintai amal yang dapat mendekatkan diriku kepada cinta-Mu. (HR. Tirmidzi no. 3235 dan Ahmad 5: 243, dan Dishahihkan al-Albani).


1⃣2⃣. Mohon Kebaikan dalam Segala Hal yang Pernah Diminta Nabi๐Ÿ’


ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†ِّูŠ ุฃَุณْุฃَู„ُูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ْุฎَูŠْุฑِ ูƒُู„ِّู‡ِ ุนَุงุฌِู„ِู‡ِ ูˆَุขุฌِู„ِู‡ِ، ู…َุง ุนَู„ِู…ْุชُ ู…ِู†ْู‡ُ ูˆَู…َุง ู„َู…ْ ุฃَุนْู„َู…ْ، ูˆَุฃَุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ุดَّุฑِّ ูƒُู„ِّู‡ِ ุนَุงุฌِู„ِู‡ِ ูˆَุขุฌِู„ِู‡ِ، ู…َุง ุนَู„ِู…ْุชُ ู…ِู†ْู‡ُ ูˆَู…َุง ู„َู…ْ ุฃَุนْู„َู…ْ، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†ِّูŠ ุฃَุณْุฃَู„ُูƒَ ู…ِู†ْ ุฎَูŠْุฑِ ู…َุง ุณَุฃَู„َูƒَ ุนَุจْุฏُูƒَ ูˆَู†َุจِูŠُّูƒَ، ูˆَุฃَุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†ْ ุดَุฑِّ ู…َุง ุนَุงุฐَ ุจِู‡ِ ุนَุจْุฏُูƒَ ูˆَู†َุจِูŠُّูƒَ، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†ِّูŠ ุฃَุณْุฃَู„ُูƒَ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ูˆَู…َุง ู‚َุฑَّุจَ ุฅِู„َูŠْู‡َุง ู…ِู†ْ ู‚َูˆْู„ٍ ุฃَูˆْ ุนَู…َู„ٍ، ูˆَุฃَุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ู†َّุงุฑِ ูˆَู…َุง ู‚َุฑَّุจَ ุฅِู„َูŠْู‡َุง ู…ِู†ْ ู‚َูˆْู„ٍ ุฃَูˆْ ุนَู…َู„ٍ، ูˆَุฃَุณْุฃَู„ُูƒَ ุฃَู†ْ ุชَุฌْุนَู„َ ูƒُู„َّ ู‚َุถَุงุกٍ ู‚َุถَูŠْุชَู‡ُ ู„ِูŠ ุฎَูŠْุฑًุง


Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu seluruh kebaikan yang segera (dunia) dan yang tertunda (akhirat), kebaikan yang aku ketahui dan yang tidak aku ketahui. 

Dan aku berlindung kepadaMu dari segala keburukan yang segera (dunia) dan yang tertunda (akhirat), yang aku ketahui dan yang tidak aku ketahui.

Aku meminta kepada-Mu kebaikan semua doa yang pernah diminta oleh hamba dan nabi-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan, yang hamba dan nabi-Mu pernah berlindung darinya.

Aku memohon surga kepadaMu dan segala perkataan dan perbuatan yang mendekatkan kepadanya. Aku berlindung kepadaMu dari neraka dan segala perkataan dan perbuatan yang mendekatkan kepadanya.

Aku meminta segala sesuatu yang telah Engkau takdirkan untukku, hendaklah Engkau jadikan kebaikan bagiku.

(HR. Ahmad 25019, Ibnu Majah 3846 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)


Semoga bermanfaat.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)

Bila Tetangga Anda Jahat/Menyebalkan

Memiliki tetangga yang baik dan mau hidup rukun dengan kita merupakan satu kenikmatan hidup. Namun terkadang, kita diuji Allah dengan memiliki tetangga yang tidak baik akhlaknya dan gemar mengganggu kita. Untuk menghadapi tetangga semacam itu, Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu memberikan beberapa nasehatnya, sebagai berikut: • Bersabarlah anda dalam menghadapi gangguan tetangga. Atau memilih pindah rumah jika memang hal itu memungkinkan. Allah berfirman.


 ูˆَู„ุงَุชَุณْุชَูˆِูŠ ุงู„ْุญَุณَู†َุฉُ ูˆ َู„ุง َุงู„ุณَّูŠِّุฆَุฉُ ุงุฏْูَุนْ ุจِุงู„َّุชِูŠ ู‡ِูŠَ ุฃَุญْุณَู†ُ ูَุฅِุฐَุง ุงู„َّุฐِูŠ ุจَูŠْู†َูƒَ ูˆَุจَูŠْู†َู‡ُ ุนَุฏَุงูˆَุฉٌ ูƒَุฃَู†َّู‡ُ ูˆَู„ِูŠٌّ ุญَู…ِูŠู…ٌ 


Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antara kamu dan dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. [Fushilat : 34]


 Membalas kejahatan tetangga dengan perbuatan baik merupakan salah satu etika bertetangga yang diajarkan Islam. Yaitu agar kita tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang sama, Al Hasan al Bashri berkata,


 “Tidaklah berbuat ihsan kepada tetangga (hanya dengan) menahan diri tidak menyakiti tetangga, akan tetapi berbuat ihsan kepada tetangga (juga) dengan bersabar dan tabah menghadapi gangguannya”.[25] Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.


 ุซَู„ุงَุซَุฉٌ ูŠَุญِุจُู‡ُู…ُ ุงู„ู„ู‡، …….ูˆَ ุงู„ุฑَّุฌُู„ُ ูŠَูƒُูˆْู†َ ู„َู‡ُ ุฌَุงุฑٌ ูŠُุคْุฐِูŠْู‡ِ ุฌَุงุฑُู‡ُ ูَูŠَุตْุจِุฑُ ุนَู„َู‰ ุงุฐَุงู‡ُ ุญَุชَّู‰ ูŠُูَุฑَّู‚ُ ุจَูŠْู†َู‡ُู…َุง ู…َูˆْุชٌ ุฃูˆْ ุธُุนُู†ٌ


 Tiga golongan yang dicintai Allah,……..dan laki-laki yang memiliki tetangga yang menyakitinya, kemudian ia bersabar menghadapi gangguannya hingga ajal memisahkan mereka.[26] •


 Hendaklah anti berdoa dengan sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu. 


ุงู„ู„ู‡ู…َّ ุฅู†َّูŠْ ุฃุนُูˆْุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†ْ ุฌَุงุฑِ ุงู„ุณُّูˆุกِ ููŠ ุฏَุงุฑِ ุงู„ุฅู‚َุงู…َุฉِ ูุฅู†َّ ุฌَุงุฑَ ุงู„ุจَุงุฏِูŠَุฉِ ูŠَุชَุญَูˆَّู„ُ) 


Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari tetangga yang buruk di akhirat, maka sesungguhnya tetangga beganti-ganti. [27] •


 Jika anda tidak mampu bersabar menghadapi gangguan tetangga, sementara tidak mungkin bagi anda untuk pindah rumah, maka terapkan nasehat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dikisahkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu.


 ุฌَุงุกَ ุฑَุฌُู„ٌ ุฅู„ู‰ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ูŠَุดْูƒُูˆْ ุฌَุงุฑَู‡ُ، ู‚َุงู„َ: ุงุฐْู‡َุจْ ูุงุตْุจِุฑْ، ูุฃุชุงู‡ُ ู…َุฑَّุชَูŠْู†ِ ุฃูˆْ ุซَู„ุงَุซًุง، ูَู‚َุงู„َ: ุงุฐْู‡َุจْ ูุงุทْุฑَุญْ ู…َุชَุงุนَูƒَ ููŠ ุงู„ุทَّุฑِูŠْู‚ِ، ูَุทَุฑَุญَ ู…َุชَุงุนَู‡ُ ููŠ ุชุงุทِّุฑِูŠْู‚ِ، ูَุฌَุนَู„َ ุงู„ู†ุงَุณُ ูŠَุณْุฃู„ُูˆْู†َ ูَุณُุฎْุจِุฑُู‡ُู…ْ ุฎَุจَุฑُู‡ُ، ูَูŠَู„ْุนَู†ُูˆْู†َ ุฐู„ูƒ ุงู„ุฌَุงุฑَ ุงู„ู…ُุณِูŠุกَ – ูَุนَู„َ ุงู„ู„ู‡ ุจِู‡ِ ูˆَ ูَุนَู„َ- ูƒِู†َูŠَุฉٌ ุนَู†ْ ุณَุฎَุทِ ุงู„ู†َّุงุณِ ุนَู„َูŠْู‡ِ، ูَุฌَุงุกَ ุฅู„َูŠْู‡ِ ูَู‚َุงู„َ: ุงุฑْุฌِุนْ ู„ุงَ ุชَุฑَู‰ ู…ِู†ِّูŠْ ุดَูŠْุกًุง ุชَูƒْุฑَู‡ُู‡ُ


 Seorang laki-laki pernah datang kepada Nabi mengeluhkan tetangganya. Maka Rasulullah menasehatinya,”Pulanglah dan bersabarlah”. Lelaki itu kemudian mendatangi Nabi lagi sampai dua atau tiga kali, maka Beliau bersabda padanya,”Pulanglah dan lemparkanlah barang-barangmu ke jalan”. Maka lelaki itu pun melemparkan barang-barangnya ke jalan, sehingga orang-orang bertanya kepadanya, ia pun menceritakan keadaannya kepada mereka. Maka orang-orang pun melaknat tetangganya itu. Hingga tetangganya itu mendatanginya dan berkata,”Kembalikanlah barang-barangmu, engkau tidak akan melihat lagi sesuatu yang tidak engkau sukai dariku.[28]


 Pembaca, tiada gading yang tak retak.Tidak ada manusia yang sempurna. Ada saja kekurangan yang melekat pada setiap diri kita. Latar belakang yang berbeda menciptakan pribadi yang berbeda. Wacana yang perlu kita kembangkan, bagaimana kita dapat meredam perbedaan yang ada, selama tidak melanggar rambu syariat. Menjalin komunikasi positif dengan menjungjung tinggi akhlak pergaulan. Selamat menuai pahala dari tetangga Anda.

Setiap Hari Umur Manusia Terus Berkurang

 .

*๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐Ÿ…ฐ๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท*


*_Setiap hari manusia ditimpa oleh 3 musibah akan tetapi sebagian besar dari mereka belum bisa mengambil pelajaran darinya_*


*Musibah pertama*


*SETIAP HARI UMUR INI TERUS BERKURANG*


*_Hari-hari di mana umurnya berkurang dia tidak perhatikan._*


Sementara ketika harta yg berkurang maka perhatiannya sangat luar biasa.


*Padahal harta yang hilang bisa diganti sementara umur yang hilang tidak ada gantinya.*


*Musibah ke dua*


*SETIAP HARI DIRI INI MEMAKAN RIZKI DARI ALLAH*


*Sementara dia tidak tahu bahwa setiap rizki yang ia makan kelak akan dihisab oleh Allah - _Subhanahu wa ta'ala_ -*


*_Apabila rizki itu halal maka kelak dia akan ditanya sudahkah dia mensyukurinya ?_*


*Apabila rizki itu haram maka dengan itu Allah kelak akan menghukumnya*


*Musibah ke tiga*


*SETIAP HARI DIRI TERUS MELANGKAH MENDEKATI AKHIRAT, SEBAGAIMANA TERUS MELANGKAH MENJAUHI DUNIA*


*Walapun demikian perhatiannya terhadap akhirat yang kekal, tidak sebesar perhatiannya terhadap dunia yang fana.*


Sementara dia tidak tahu akhir dari perjalanannya kelak, apakah akan menjadi penghuni surga tempat segala kenikmatan, atau penghuni neraka tempat segala musibah dan siksaan.


_Sebanyak apapun harta dunia yang engkau kumpulkan atau penghargaan dan jabatan yang engkau raih, itu semua tidak seindah kenikmatan yang menjadi impian dan dambaan Nabi yusuf - alaihis salam ..._


ุชูˆูู†ูŠ ู…ุณู„ู…ุงً ูˆุฃู„ุญู‚ู†ูŠ ุจุงู„ุตุงู„ุญูŠู†


*_Ya Allah aku memohon padaMu agar engkau mewafatkanku dalam keadaan Islam dan kumpulkanlah aku di surgaMu bersama hamba-hambaMu yang saleh._*

_( Qs. Yusuf : 101 )_


*Apabila engkau merasa malas melakukan ketaatan, maka waspadalah, bisa jadi Allah tidak suka kepada ibadahmu.*


Allah Subahanahu wata'ala berfirman :


ูˆَู„َٰูƒِู† ูƒَุฑِู‡َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู†ุจِุนَุงุซَู‡ُู…ْ ูَุซَุจَّุทَู‡ُู…ْ 


*_Allah benci terhadap ibadah mereka ( orang-orang munafik ) dengan sebab itu Allah palingkan mereka dari ibadah tersebut._*

*(Qs. Attaubah : 46)*


*Ya Allah jangan engkau jadikan dunia ini impian terbesar kami, jangan pula dunia ini menyita waktu kami*.


*_Ya Allah jangan jadikan neraka sebagai akhir dari perjalanan kami dan jadikan surgaMu sebagai rumah peristirahatan terakhir kami_*.

Yaalloh berilah kekuatan  kepada kami  untuk  bisa  mengemban  amanah  yg  kau  bebankan  kepada kami,sesunguhnya tiada daya  dan upaya  kecuali  yg KAU beri.

Bagaimana Hukumnya Orang Yang Pernah Korupsi???

Q : Bismillah.. Um. Ada yg titip tanya.. Dulu sy karyawan kantor . Saya pernah korupsi. Dan sy bertaubat. Ada uang yang bukan hak sy yg saya ambil . Apakah saya termasuk berhutang. Apakah sy harus mengembaLikan uang yg pernah ay ambil .


A : jika memungkinkan untuk dikembalikan , sebaiknya dikembalikan , lalu bertobat untuk tidak mengulanginya lagi


Q : Tp tidak mungkin sy mengembLikan ke kantor t4 sya bekerja dulu. Bgmn kalau sy bertaubat dengan menyedekahkan uang yg bukan menjadi hak saya an. Kantor yg pernah sy pakai uangnya.


A : Boleh dengan cara ini , Wallahu a'lam.

      Kaidahnya : 

Apapun aib yang telah kita lakukan dimasa lalu , hendaknya kita bertaubat ,... Adapun aib itu tidak perlu lagi diceritakan pada orang lain , karena Allah telah menutupi aib / kesalahan fulanah ,.. 


Lakukan saja taubat , karena Allah sebaik2 penerima ampunan dari hambanya ,.. 


Wallahu a'lam bisshowab


Perbanyak amal shalih , berserah , dan amalan2 lainnya yang mengundang ampunan dari Allah

Senin, 11 Januari 2021

Tahun Baru Bukan Kebiasaan Kaum Muslimin

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


« ู„ุงَ ุชَู‚ُูˆู…ُ ุงู„ุณَّุงุนَุฉُ ุญَุชَّู‰ ุชَุฃْุฎُุฐَ ุฃُู…َّุชِู‰ ุจِุฃَุฎْุฐِ ุงู„ْู‚ُุฑُูˆู†ِ ู‚َุจْู„َู‡َุง ، ุดِุจْุฑًุง ุจِุดِุจْุฑٍ ูˆَุฐِุฑَุงุนًุง ุจِุฐِุฑَุงุนٍ » . ูَู‚ِูŠู„َ ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ูƒَูَุงุฑِุณَ ูˆَุงู„ุฑُّูˆู…ِ . ูَู‚َุงู„َ « ูˆَู…َู†ِ ุงู„ู†َّุงุณُ ุฅِู„ุงَّ ุฃُูˆู„َุฆِูƒَ »

.

“Kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Lalu ada yang menanyakan pada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Apakah mereka itu mengikuti seperti Persia dan Romawi?” Beliau menjawab, “Selain mereka, lantas siapa lagi?” (HR. Bukhari no. 7319)

.

Dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


ู„َุชَุชَّุจِุนُู†َّ ุณَู†َู†َ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ู…ِู†ْ ู‚َุจْู„ِูƒُู…ْ ุดِุจْุฑًุง ุจِุดِุจْุฑٍ ูˆَุฐِุฑَุงุนًุง ุจِุฐِุฑَุงุนٍ ุญَุชَّู‰ ู„َูˆْ ุฏَุฎَู„ُูˆุง ูِู‰ ุฌُุญْุฑِ ุถَุจٍّ ู„ุงَุชَّุจَุนْุชُู…ُูˆู‡ُู…ْ ». ู‚ُู„ْู†َุง ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุขู„ْูŠَู‡ُูˆุฏَ ูˆَุงู„ู†َّุตَุงุฑَู‰ ู‚َุงู„َ « ูَู…َู†ْ ».


“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang penuh lika-liku, pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, Apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669)

.

An Nawawi -rahimahullah- ketika menjelaskan hadits di atas menjelaskan, “Yang dimaksud dengan syibr (sejengkal) dan dziro’ (hasta) serta lubang dhob (lubang hewan tanah yang penuh lika-liku), adalah permisalan bahwa tingkah laku kaum muslimin sangat mirip sekali dengan tingkah Yahudi dan Nashroni. Yaitu kaum muslimin mencocoki mereka dalam kemaksiatan dan berbagai penyimpangan, bukan dalam hal kekufuran. Perkataan beliau ini adalah suatu mukjizat bagi beliau karena apa yang beliau katakan telah terjadi saat-saat ini.”(Syarh Shahih Muslim, 16: 220)