By Ahmad Anshori, Lc
18574
Kafir Karena Bisikan Dalam Hati?
Pak Ust, sy sering denger bisikan di hati yg berat banget diucapkan. Sampe kyk2 bisa batalin iman. Ngehina Islamlah dll. Bikin gelisah. Apa bener ust, bisa kafir krn bisikan sprti itu?
Jawaban:
Bismillah walhamdulillah was sholaatu wassalam’ala Rasulillah wa ba’du.
Perasaan gelisah, mendengar bisikan-bisikan buruk seperti itu, adalah suatu kebahagiaan dan nikmat. Insyaallah itu sebagai tanda kejujuran iman. Karena hati yang bercahaya dengan iman, tidak akan merasa tenang dengan segala hal yang berbau dosa.
Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda,
ุงูุจุฑ ู
ุงุงุทู
ุฃู ุฅููู ุงูููุณ ูุงุทู
ุฃู ุฅููู ุงูููุจ. ูุงูุฅุซู
ู
ุงุญุงู ูู ุงูููุณ ู ุชุฑุฏุฏ ูู ุงูุตุฏุฑ ูุฅู ุฃูุชุงู ุงููุงุณ ูุฃูุชูู.
Kebaikan adalah apa saja yang menenangkan hati dan jiwamu. Sedangkan dosa adalah apa yang menyebabkan hati bimbang dan cemas meski banyak orang mengatakan bahwa hal tersebut merupakan kebaikan.” (HR. Ahmad, At-Thabrani dan dan Al Baihaqi)
Kejadian yang sama, juga pernah dialami oleh sebagian sahabat yang mulia. Mereka pernah curhat kepada Nabi shallallahu’alaihi wasallam tentang bisikan-bisikan jahat yang begitu berat jika diucapkan.
ุฅّูุง ูุฌุฏ ูู ุฃููุณูุง ู
ุง ูุชุนุงุธู
ุฃุญุฏูุง ุฃู ูุชููู
ุจู
“Kami mendapati dalam diri kami bisikan-bisikan yang terasa berat untuk kami ucapkan.”
ููุงู : ุฃู ูุฏ ูุฌุฏุชู
ูู؟
“Apakah kalian benar telah mendapati perasaan berat saat mendengar bisikan itu?”tanya Nabi memastikan.
“Iya…” Jawab mereka kompak.
Nabi kemudian bersabda,
ุฐุงู ุตุฑูุญ ุงูุฅูู
ุงู
“Itulah tanda iman yang nyata.”
(HR.Muslim)
Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan hadis di atas,
ุฃู
ุง ู
ุนุงูู ุงูุฃุญุงุฏูุซ ูููููุง: ููููู ๏ทบ: ุฐูู ุตุฑูุญ ุงูุฅูู
ุงู ูู
ุญุถ ุงูุฅูู
ุงู ู
ุนูุงู ุงุณุชุนุธุงู
ูู
ุงูููุงู
ุจู ูู ุตุฑูุญ ุงูุฅูู
ุงู، ูุฅู ุงุณุชุนุธุงู
ูุฐุง ูุดุฏุฉ ุงูุฎูู ู
ูู ูู
ู ุงููุทู ุจู ูุถูุง ุนู ุงุนุชูุงุฏู ุฅูู
ุง ูููู ูู
ู ุงุณุชูู
ู ุงูุฅูู
ุงู ุงุณุชูู
ุงูุง ู
ุญููุง ูุงูุชูุช ุนูู ุงูุฑูุจุฉ ูุงูุดููู.
Makana hadis: sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam, “Itulah tanda iman yang nyata dan kemurnian iman.” maknanya adalah, perasaan berat yang dirasakan untuk mengucapkan kalimat bisikan itu, itulah tanda nyata adanya iman. Karena beratnya hati dan perasaan takut dari akibat kalimat kufur itu, dan takut mengucapkannya apalagi meyakininya, ini tidak akan terjadi kecuali pada seorang yang berupaya menyempurnakan imannya. Mewujudkan kesempurnaan yang dapat mengusir segala keraguan. (Al Minhaj, 2/154)
Bisikan setan seperti itu, dampaknya kepada orang beriman, hanya sebagai bisikan. Karena dengan iman yang Allah karuniakan padanya, ia dapat melawan dan menolak bisikan-bisikan jahat itu.
Ada kisah menarik dari sepupu Nabi shallallahu’alaihi wasallam; Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma. Beliau mengisahkan,
“Sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam didatangi seseorang. Dia berkata, “Sungguh aku merasakan dalam jiwaku yang seandainya aku menjadi burung merpati lebih aku sukai daripada aku mengucapkannya.”
Nabi shallallahu alaihi wa sallam kemudian bersabda,
ุงูุญู
ุฏ ููู ุงูุฐู ุฑุฏ ุฃู
ุฑู ุฅูู ุงููุณูุณุฉ
“Segala puji bagi Allah yang hanya dapat menggoda orang mukmin berupa bisikan.” (HR. Abu Daud)
Itu diantara cara Rob kita yang mulia, menguji iman kita. Untuk membedakan, mana yang benar setia imannya, mana yang sekedar omongan.
ุฃَุญَุณِุจَ ูฑَّููุงุณُ ุฃَู ُูุชุۡฑَُููุٓงْ ุฃَู َُُูููููุٓงْ ุกَุงู
ََّูุง َُููู
ۡ َูุง ُููุۡชََُููู
Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji?
َََูููุฏۡ َูุชََّูุง ูฑَّูุฐَِูู ู
ِู َูุจِِูููۡ
ۡۖ َََูููุนَููۡ
ََّู ูฑَُّููู ูฑَّูุฐَِูู ุตَุฏَُููุงْ َََูููุนَููۡ
ََّู ูฑَٰููุۡฐِุจَِูู
Sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta. (QS. Al-Ankabut, 2 – 3)
Maka, bisikan kufur yang yang terdengar dalam hati kita, tidak menyebabkan kekafiran, selama kita ingkari. Perasaan gelisah dan upaya Anda menanyakan perihal bisikan jahat tersebut, adalah sebagai bentuk pengingkaran. Sebagaimana yang telah diupayakan oleh sebagian sahabat Nabi shallallahu’alaihi wasallam yang mengalami pengalaman yang sama, mereka merasakan kesempitan dada kemudian curhat kepada Nabi shallallahu’alaihi wasallam. Bahkan reaksi hati kita untuk gelisah, tidak tenang, kemudian bertanya solusi, adalah tanda kejujuran iman.
Doa Berlindung dari Bisikan Buruk
Ada beberapa doa, yang bisa kita ucapkan untuk berlindung dari kejahatan bisikan-bisikan buruk itu. Diantaranya adalah berikut :
[1] Tersebut dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
ูุฃุชู ุงูุดูุทุงู ุฃุญุฏูู
ููููู ู
ู ุฎูู ูุฐุง ؟ ู
ู ุฎูู ูุฐุง ؟ ุญุชู ูููู ู
ู ุฎูู ุฑุจู؟! ูุฅุฐุง ุจูุบู ูููุณุชุนุฐ ุจุงููู ููููุชู
“Setan akan mendatangi salah seorang di antara kalian, lalu dia akan bertanya, ‘siapa yang menciptakan ini, siapa yang menciptakan itu?”
Hingga akhirnya dia bertanya, “Siapa yang menciptakan tuhanmu?”
Jika sampai kepadanya hal tersebut, maka hendaknya dia berlindung kepada Allah (berta’awwudz) dan berhenti (tidak meneruskan).
Inilah doanya, membaca ta’awwudz :
A’UDZUBILLAHI MINAS SYAITHOONIR ROJIIM
Artinya : Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.
[2] Atau dengan memperbanyak membaca surat An Nas. Karena di dalam surat ini, terdapat doa berlindung dari bisikan-bisikan setan yang terkutuk..
ُููۡ ุฃَุนُูุฐُ ุจِุฑَุจِّ ูฑَّููุงุณِ *ู
َِِูู ูฑَّููุงุณِ * ุฅَِِٰูู ูฑَّููุงุณِ *ู
ِู ุดَุฑِّ ูฑَููุۡณَูุۡงุณِ ูฑูุۡฎََّูุงุณِ * ูฑَّูุฐِู َُููุณِูุۡณُ ِูู ุตُุฏُูุฑِ ูฑَّููุงุณِ * ู
َِู ูฑูุۡฌَِّูุฉِ َููฑَّููุงุณِ
Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Aku berlindung dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia.” (QS.An-Nas, 1 – 6)
Nabi shalallahu alaihi wa sallam selalu rutin membaca surat ini, bersama surat Al Falaq dan Al Ikhlas, setiap pagi dan petang, masing-masing dibaca tiga kali.
Dari Abdullah bin Khubaib –radhiyallahu ‘anhu-. Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– pernah bersabda kepadanya:
ُْูู : ” ُْูู َُูู ุงَُّููู ุฃَุญَุฏٌ ” ، َูุงูู
ُุนَِّูุฐَุชَِْูู ، ุญَِูู ุชُู
ْุณِู َูุชُุตْุจِุญُ ุซَูุงَุซَ ู
َุฑَّุงุชٍ ، ุชََِْูููู ู
ِْู ُِّูู ุดَْูุกٍ
“Katakanlah: “Katakanlah bahwa Allah itu Maha Esa” (surat Al-Ikhlas), dan kedua surat perlindungan (surat Al-Falaq dan An-Nas), pada waktu sore dan pagi hari, sebanyak 3x. Niscaya kamu akan dicukupkan dari segala sesuatu”.
(HR. Tirmidzi: 3575 dan telah dishahihkannya, Abu Daud, dishahihkan oleh Nawawi di dalam Al Adzkar: 107)
Demikian pula setiap selesai sholat.
Uqbah bin Amir radhiallahu ‘anhu berkata,
ุฃَู
َุฑَِูู ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู
َ ุฃَْู ุฃَْูุฑَุฃَ ุจِุงْูู
ُุนَِّูุฐَุงุชِ ุฏُุจُุฑَ ُِّูู ุตََูุงุฉٍ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkanku agar membaca surat Al-Mu’awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas) setiap selesai menunaikan shalat.” (Sahih; H.R. Abu Daud, no. 1523; Shahih Sunan Abi Daud, no. 1348)
Baca Juga :
***
Dijawab oleh Ustadz Ahmad Anshori
(Alumni Universitas Islam Madinah, Pengajar di PP Hamalatul Qur’an Yogyakarta)