Jadi kemarin (30 November 2019) teman sesama kurir dalam grup naungan KOB (Kurir Online Balikpapan) share no seseorang yang membutuhkan kurir dari sepinggan.
Karena saya standby sepinggan maka saya waprilah no tersebut, karena saya pikir itu no olshop alias penjual.
Saat saya wapri bertanya "apakah sudah dapat kurir atau belum", orang disebrang sana menjawab "belum".
Singkat cerita, saya sudah jauh-jauh nganter barangnya dari sepinggan ke kilo 9 cuma dikasih ongkir Rp 20.000.-. Dan ketika sudah tiba di SPBU kilo 9 saya telplah no orang yang mau ambil itu barangnya.
Sampai 20x lebih saya telp orangnya gak diangkat-angkat sembari saya berjalan pelan mencari alamatnya.
Setelah ketemu saya inisiatif menunggu di masjid sebrang gang nya sambil menelpon orang yang punya baju.
Tetep gak diangkat juga. Sampai pada akhirnya ketika diangkat orang tersebut langsung marah-marah ke saya. Saya pun emosi dunk. Sudah nunggu setengah jam, di telpon 25x lebih gak diangkat-angkat, sekalinya diangkat malah dimarahi.
Karena emosi saya pun ngomong kasar sama orang yang diseberang telpon sambil saya chat si yang punya barang tadi.
Singkat cerita, saya bilang ke orang yang punya barang by phone wa bahwasanya cuma bisa nunggu sampai jam 11 saja. Karena saya kurir untuk nganter barang bukan untuk menunggu orang. Dan lewat dari jam tersebut maka saya kembalikan bajunya dan meminta uang talangan saya kembali sebesar Rp 50.000,- tetapi uang ongkir tidak saya kembalikan. Eh,,,,orangnya bilang mau minta ongkirnya kembali juga, karena barang gak sampai jadi ongkir kembali, dia rugi kalo ongkir tetep saya ambil, karena perjanjian di wala tidak ada seperti itu.
Helllooo mbaknya,,,, Dimana-mana kalo kurir sudah antar barang dan sudah di kasih ongkir tetapi barang gak sampai karena 1 dan lain hal, ongkir tetap menjadi hak milih sepenuhnya kurir. Karena kurir sudah mengantarkan sampai tujuan walopun barang gak sampai. Kurir ke tempat tujuan pake bensin, tenaga dan waktu. Terus tetiba mbaknya bilang "Rugi"...
Di atas normal mbaknya sepertinya. Saya lebih rugi lah, sudah nganter jauh-jauh dari sepinggan ke kilo 9, di telpon gak diangkat-angkat malah dapat omelan pembeli. Sudah gitu nunggu setengah jam, rugi bensin, waktu dan tenaga, malah gak dapat apa-apa. Cuma dapat omelan ketika telpon.
Gak usah panjang-panjang cerita dan bahasnya. Intinya baca sendiri di screen shoot percakapan wa saya dan orangnya, biar gak salah paham.
![]() |
| Ini no mbaknya. Biasa dipanggil Mamak Elys |






























Tidak ada komentar:
Posting Komentar