*Al Ihsan*
💎Berkata Syaikh rahimahullah:
Rukun Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya,apabila engkau tidak melihat-Nya, maka ketahuilah bahwa Dia melihatmu.
Syarh/penjelasan :
Ihsan adalah tingkatan yang tertinggi di dalam agama dan yang paling atas.
karena agama ini terbagi menjadi tiga tingkatan, yang tertinggi adalah Ihsan kemudian Iman, kemudian Islam.
Telah dijelaskan 3 tingkatan ini di dalam hadits Jibril yang masyhur ketika Nabi shallallahu alaihi wasallam ditanya oleh malaikat Jibril:
✅kabarkan kepadaku tentang Islam!
Maka beliau shallallahu alaihi wasallam menjawab :
Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, dan engkau mendirikan shalat,menunaikan zakat,berpuasa pada bulan Ramadan,dan berhaji ke baitullah apabila engkau mampu untuk menempuh perjalanan ke sana.
✅kemudian malaikat Jibril bertanya;
kabarkan kepadaku tentang iman!
maka beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda:
iman adalah engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya,rasul-rasul-Nya,dan hari akhir. Serta engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.
✅ kemudian malaikat Jibril bertanya:
kabarkan kepadaku tentang Ihsan!
maka beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda:
engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya apabila engkau tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.
📕Kemudian beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda pada akhir hadits:
Sesungguhnya dia adalah Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian.
Hadis ini diriwayatkan oleh imam muslim dari sahabat Umar radiallahu anhu demikian pula diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu anhu.
Maka dari hal tersebut diketahui bahwa agama kita ini terdiri dari tiga tingkatan,Islam iman dan ihsan.
Dan tingkatan yang tertinggi adalah Ihsan. maka tidak mungkin untuk mencapai tingkatan yang tertinggi ini sampai sempurna tingkatan Islam dan iman terlebih dahulu.
Oleh sebab itulah para ulama menyebutkan bahwa *setiap orang yang ihsan itu adalah mukmin dan Muslim,* karena tidak mungkin untuk mencapai tingkatan Ihsan sampai sempurna Islam dan iman.
*Dan tidak setiap mukmin itu Muhsin.* Karena tidak setiap yang mencapai tingkatan iman mencapai tingkatan Ihsan disebabkan tingkatan Ihsan itu lebih tinggi dan lebih diatas.
*Ihsan* adalah Al itqoon wal ijaadah/melakukan dengan tepat dan dengan baik, dalam menyempurnakan amalan, hingga mencapai tingkatan yang tertinggi.
Dan dia memiliki 1 rukun yang disebutkan oleh Nabi shallallahu alaihi Wa sallam dengan sabda beliau:
🖋️engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya dan apabila engkau tidak melihat-Nya maka sesungguhnya dia melihatmu.
✅Maka dia beribadah kepada Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya disertai dengan ihsan dari seorang hamba,
✅dan dia melakukan ibadah tersebut dengan tepat disertai pula menghadirkan kedekatan kepada Allah dan merasakan pengawasan-Nya.
✅Dia berupaya untuk menyempurnakan ibadahnya, sampai kemudian dia mencapai tingkatan yang tertinggi. ✅Dia beribadah kepada Allah dengan sifat ini dgn menghadirkan kedekatan kepada Allah,dia seolah berada dihadapan Allah seolah-olah dia melihat-Nya.
Dan yang demikian tersebut mengharuskan adanya sifat khasyah/ takut serta pengagungan.
💎 maka dia dengan hal tersebut akan meraih kedekatan Allah secara khusus.
Sebagaimana Allah Azza wa jalla berfirman:
(إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلَّذِینَ ٱتَّقَوا۟ وَّٱلَّذِینَ هُم مُّحۡسِنُونَ)
[Surat An-Nahl 128]
"Sungguh, Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan/Ihsan."
Dan juga firman-Nya :
(وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلۡمُحۡسِنِینَ)
[Surat Al-Ankabut 69]
"Dan sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang berbuat baik/Ihsan."
💎Dan dia akan meraih kecintaan dari Allah.
Sebagaimana dalam surah Al-Baqarah 195.
(إِنَّ ٱللَّهَ یُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِینَ)
"sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik/Ihsan."
💎Dia juga akan memperoleh pahala yang besar.
Sebagaimana dalam surah Yunus 26:
(۞ لِّلَّذِینَ أَحۡسَنُوا۟ ٱلۡحُسۡنَىٰ وَزِیَادَةࣱۖ)
"Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah)".
Demikian pula dalam surah
Ar-rahman 60
(هَلۡ جَزَاۤءُ ٱلۡإِحۡسَـٰنِ إِلَّا ٱلۡإِحۡسَـٰنُ)
"Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula)."
Ihsan adalah tingkatan yang tertinggi di dalam agama ini yang tidak akan diperoleh kecuali dengan kesabaran dan disertai usaha jiwa.
Sebagaimana firman Allah ta'ala:
(وَٱلَّذِینَ جَـٰهَدُوا۟ فِینَا لَنَهۡدِیَنَّهُمۡ سُبُلَنَاۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلۡمُحۡسِنِين)
Qs.Al ankabut :69.
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik."
Maka Ihsan dapat diperoleh dengan,
✅ usaha jiwa,
✅kesabaran,dan
✅ komitmen dengan amalan serta
✅senantiasa berada diatas ketaatan kepada Allah,
✅senantiasa mendekatkan diri kepada Allah,
✅menghadirkan kedekatan kepada Allah,serta
✅ dia menjadikan didalam beribadah kepada Allah dengan sifat ini,yaitu; engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya,dan apabila engkau tidak melihat-Nya,maka sesungguhnya Dia melihatmu.
Alhamdulillah inilah penjelasan tentang Ihsan, yang disebutkan oleh syekh abdurrazzaq bin Abdullah bin Al badr hafizhahullah ta'ala...
Yassarallahu umuuronaa.,
Wa baarokallahu fiikunna..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar