Q : Assalamualaikum umm..ijin bertanya,,apakah kedudukan ibu kandung sama ibu angkat it sama umm,,dari segi apapun,,syukron atas pencerahanx
A : Akhwat (cilegon)
5 years ago
Ass Pak ustadz,
Saya ratifa, asal cilegon ingin bertanya. saya ditelantarkan oleh kedua orang tua saya sejak lahir dan saya diasuh oleh orang tua angkat saya. Saya bingung, saya harus berbakti pada siapa.? dan syurga saya ada ditelapak kaki ibu yang mana.? ibu kandung yang menelantarkan saya sejak lahir atau ibu angkat saya yang sudah merawat saya sejak bayi..??? saya mohon tolong dijawab...
Redaksi salamdakwah.com
5 years ago
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
Seseorang wajib untuk berbakti kepada orang tuanya meski orang tuanya lalai, sembrono dan tidak perduli dalam perawatan dan pendidikan anaknya, ini berdasarkan keumuman perintah Allah ta'ala untuk berbakti kepada kedua orang tua. Diantara nash yang menerangkan demikian adalah firman Allah ta'ala di surat al-Ahqaf:15:
وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ إِحۡسَٰنًاۖ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ كُرۡهٗا وَوَضَعَتۡهُ كُرۡهٗاۖ وَحَمۡلُهُۥ وَفِصَٰلُهُۥ ثَلَٰثُونَ شَهۡرًاۚ حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ وَبَلَغَ أَرۡبَعِينَ سَنَةٗ قَالَ رَبِّ أَوۡزِعۡنِيٓ أَنۡ أَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ ٱلَّتِيٓ أَنۡعَمۡتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَيَّ وَأَنۡ أَعۡمَلَ صَٰلِحٗا تَرۡضَىٰهُ وَأَصۡلِحۡ لِي فِي ذُرِّيَّتِيٓۖ إِنِّي تُبۡتُ إِلَيۡكَ وَإِنِّي مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri
Dalam hadits disebutkan:
، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ: «أُمُّكَ» قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: «ثُمَّ أُمُّكَ» قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: «ثُمَّ أُمُّكَ» قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَبُوكَ
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’ HR. Bukhari no.5971 dan Muslim no.2548
Dalam al-Qur'an (Luqman:15) disebutkan bahwa kekafiran yang merupakan kejahatan dan dosa yang lebih besar dari sikap menelantarkan anak tidak bisa menggugurkan kewajiban anak untuk berbakti
وَإِن جَٰهَدَاكَ عَلَىٰٓ أَن تُشۡرِكَ بِي مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٞ فَلَا تُطِعۡهُمَاۖ وَصَاحِبۡهُمَا فِي ٱلدُّنۡيَا مَعۡرُوفٗاۖ وَٱتَّبِعۡ سَبِيلَ مَنۡ أَنَابَ إِلَيَّۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرۡجِعُكُمۡ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan
Dengan begitu secara logika perbuatan menelantarkan anak tidak bisa menggugurkan kewajiban berbakti dan berbuat baik kepada orang tua.
Meski hak orang tua atas anaknya lebih besar dari hak orang yang merawat anda sejak kecil selayaknya anda berbuat baik ke orang yang merawat anda dari kecil sebagai bentuk rasa terima kasih atas jasanya yang besar. Dalam salah satu riwayat disebutkan:
عَنِ الْحَكَمِ بْنِ عُمَيْرٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ أَتَى إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ، فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فَادْعُوا لَهُ»
Dari al-Hakam bin Umair dia berkata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda," Apabila ada yang berbuat baik kepada kalian maka balaslah dengan balasan yang setimpal. Apabila kalian tidak mampu tidak membalasnya maka doakanlah kebaikan untuknya. HR. Ath-Thabrani di al-Mu'jam al-Kabir 3/218 3189 Dinilai shahih oleh al-Albani di shahih al-Jaami' 2/1031
والله تعالى أعلم بالحق والصواب
Tidak ada komentar:
Posting Komentar