*Untuk Admin Group, Member Group, Para Netizen, atau Semisalnya yang Aktif di Sosial Media*
Semoga nasehat ini bermanfaat bagi saya khususnya,
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bapak-bapak, ibu-ibu, rekan-rekan, ikhwan dan akhwat yang saya muliakan.
*Adab dan Hukum di Sosial Media - HISAB:*
🔙 Sebelum kita:
Memberikan comment, memposting sebuah gambar atau meng-upload sebuah video, men-share sebuah artikel atau men-copy paste,
💡 Maka perlu dicamkan bahwa:
Setiap yang kita tulis, gambar yang kita posting, video yang kita upload. *AKAN DIHISAB* oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Semuanya *TANPA TERKECUALI.*
Huruf-hurufnya akan dihisab oleh Allāh Subhanahu wa Ta'ala.
مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
"Dan apapun yang keluar dari lisan anda akan dicatat oleh malaikat Raqib dan Atid." (QS Qāf: 18)
☑ Apapun yang anda katakan dan diqiaskan apapun yang anda tuliskan di sosmed tersebut.
☑ Semuanya akan dicatat dan akan dihisab oleh Allah.
Allāh akan *TANYA* semua artikel yang kita tulis, artikel yang kita copy paste, yang kita share, yang kita berikan pada pihak lain.
Kalau kita comment, comment kita akan dihisab oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Kalau kita membahas sebuah masalah di grup kita: masalah dakwah, masalah politik, masalah ekonomi pada saat ini, *SEMUANYA AKAN DIHISAB* oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.
📝 Dan semuanya akan tercatat rapi dibuku para malaikat.
Bukankah Allah berfirman dalam surat Al Infithār ayat 12:
يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ
"Para malaikat-malaikat itu tahu apa yang anda ucapkan."
✔ Tahu apa yang anda posting.
✔ Tahu apa yang anda upload.
✔ Tahu apa yang anda sampaikan kepada pihak lain.
Walaupun mungkin tidak pakai nama kita, tapi malaikat tahu kita pakai nama samaran. Lalu kita serang orang, kita jelek-jelekan, kita buat rusuh, para malaikat tahu. Maka camkan baik-baik, pikirkan matang-matang.
Imam Nawawi mengatakan:
"Jangan comment kecuali kita tahu ini bermanfaat bagi kita."
*Kalau Kita Ragu, Diam!*
Nabi mengatakan:
مَنْ صَمَتَ نَجَا
"Barang siapa yang diam, dia akan selamat." (HR Tirmidzi nomor 2425 versi maktabatu Al Ma'arif nomor 2501)
Apalagi ini zaman fitnah. *SEMAKIN BANYAK COMMENT SEMAKIN BANYAK HISAB* kita pada hari kiamat.
Semakin banyak kita aktif, apalagi tidak ada manfaatnya sama sekali, akan semakin banyak pertanyaan-pertanyaan Allah kepada kita.
Maka camkan baik-baik, semua akan dihisab! Semuanya *TANPA TERKECUALI.*
🔰 Simbol-simbol yang kita berikan akan dihisab.
🔰 Kalau ada orang yang bebas melihat wajah wanita gara-gara upload foto di sosmed, mereka (wanita) akan dihisab oleh Allah.
🔰 Kalau ada kesalahan yang kita berikan, kita akan dihisab oleh Allah.
🔰 Ada data yang tidak valid, kita akan dihisab oleh Allah.
🔰 Pun termasuk permainan / game , yang tidak ada faedahnya sama sekali , melainkan merusak otak dan membuang2 waktu. Inipun akan dihisab oleh Allah
Tidak ada yang gratis di sosmed, sampai hisabnya diperhitungkan.
Walaupun antum dapat wifi gratis, tapi semua ucapan dan perbuatan antum tidak ada gratisnya. *SEMUA DIHITUNG* oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Maka hati-hati dalan masalah ini. Semua *MEMBERNYA, ADMINNYA,* menjadi pemegang kuncinya.
Ada yang punya Facebook, semakin banyak follower tanggung jawab kita semakin besar dihadapkan Allah. *SEMUA DIHISAB!*
Ada orang punya follower di Twitter misalnya 500 ribu orang atau 2 juta orang, begitu dia *menyampaikan yang salah dan itu diimani/diyakini atau diterima oleh 2 juta*, semuanya akan menyalahkan dia pada hari kiamat kelak.
Semua akan *DIHISAB* oleh Allah !
🔘 *Point selanjutnya: NIAT*
Ketika kita masuk ke dunia ini, niatkan karena Allah. Niatkan untuk menjalin silaturahim.
Jadi ketika kita buat group keluarga, niatnya silaturahim, itu dapat pahala.
Kaidah fiqh mengatakan:
الوسائل لها أحكام المقاصد
"Sarana dihukumi sama dengan tujuan."
Jadi ketika kita buat group keluarga atau kita berteman di Facebook dengan keluarga besar, niatnya silaturahim, akan dapat pahala silaturahim.
Ketika kita membuat group yang tujuannya untuk menjaga ukhuwah Islamiyah, karena Allah berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
"Sesungguhnya umat Islam itu saling bersaudara." (QS Al Hujurāt :10)
Wallahua’lam bishowabh
🎙 Nasehat Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, Lc
Tidak ada komentar:
Posting Komentar