Awalnya saya heran, kenapa kemasan McD yang hanya ada tulisan BTS saja bisa diburu sampai mengular, hingga dibubarkan. Dijual sampai ratusan ribu hanya demi bungkus bertuliskan BTS, sungguh di luar nalar.
Ternyata semata McD punya nilai historis bagi idola mereka saat zaman susah. Mereka BTS biasa berlatih dan berkumpul di sana, bahkan salah satu anggotanya ada yang pernah jadi pelayan McD.
Intinya adalah, apa-apa yang disukai idolanya akan disukai pula oleh fan basenya.
Dari sini saya mengerti, tapiii ....
Tidakkah kita renungkan bahwa seseorang akan dikumpulkan dengan orang yang ia cintai dan yang dijadikan idola. Dalam hadits riwayat Ath Thabrani, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَا يُحِبّ أَحَد قَوْمًا إِلَّا حُشِرَ مَعَهُمْ يَوْم الْقِيَامَة
“Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum melainkan dia akan dikumpulkan bersama mereka pada hari kiamat nanti.”
[HR. Thabrani dalam Ash Shogir dan Al Awsath. Perowinya adalah perowi yang shahih kecuali Muhammad bin Maimun Al Khiyath, namun ia ditsiqohkan. Lihat Majma’ Az Zawaid no. 18021]
Bagaimana jika yang dicintai dan diidolakan adalah seorang penyanyi dan itu non muslim?!
Bahkan dari hadits ini Nabi kita shalallaahu 'alaihi wa sallam mengajarkan untuk mencintai orang-orang shalih, dan tidak mengidolakan mereka yang tidak seaqidah.
Jika sekedar suka karyanya, tidak seharusnya segala atributnya dibeli, pribadinya dipelajari dan dikagumi.
"Ada tiga hal, barangsiapa ada pada dirinya tiga hal ini, maka dia akan merasakan manisnya iman (yaitu, yang pertama): Allaah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya lebih dia cintai dibandingkan yang lainnya, (kedua) dia mencintai seseorang, dia tidak mencintai kecuali karena Allah dan (ketiga) dia benci kembali kepada kekufuran sebagaimana dia benci dicampakkan ke dalam api neraka." [Shahih, Al-Bukhari (no. 16), Muslim (no. 43), At-Tirmidzi (no. 2624), An-Nasa`i (VIII/95-96), dan Ibnu Majah (no. 4033)]
Jika berdasarkan hadits ini, mungkinkah mencintai BTS karena Allah?
Sedang pernyataan 'al-mar’u ma’a man ahabba' (seseorang akan dikumpulkan bersama yang dicintai) diriwayatkan dalam banyak kitab hadits, seperti Musnad Ahmad, Shahih Muslim, Shahih al-Bukhari, dan kitab hadits lainnya dari berbagai jalur riwayat.
***
Konon katanya, dua tipe orang yang paling susah dinasehati adalah orang yang sedang jatuh cinta dan pendukung partai politik.
Tapi kiranya agama ini adalah nasehat, ad-diinu nashihah,
"Nasihat adalah hak Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, pemerintah kaum muslimin dan seluruh kaum muslimin”. (HR. Muslim)
Maka ini bukan nyinyiran, ini adalah nasehat penting yang sebenarnya masuk dalam bab aqidah, al wala' wal bara (kesetiaan dan keberlepas dirian), yang sudah seharusnya kita tanamkan pada diri kita.
Apresiasi sebuah karya seperlunya, jangan jadikan tokohnya idola.
Saya pribadi sebenarnya sangat suka musik. Dari kecil Ayah saya senang mengkoleksi musik klasik, sampai pada masa saya mengenal hadits ini:
“Sungguh, benar-benar akan ada di kalangan umatku sekelompok orang yang menghalalkan zina, khamr, dan alat musik." [HR. Bukhari secara mu’allaq dengan lafazh jazm/ tegas].
Luar biasa, larangannya disejajarkan dengan zina dan khamr. Memang larangan ini pendapat jumhur ulama, sebagian ulama ada yang membolehkan. Tapi dengan sangat-sangat berat hati saya berusaha meninggalkan, karena teringat perkataan Ibnu al Qayyim al-Jauziyah rahimahullaah:
"Tak akan berpadu dalam hati seorang hamba CINTA AL-QUR'AN dan CINTA MUSIK, Kecuali yang satu akan singkirkan yang lain".
Al Qur'an dan musik bagaikan air dan minyak, keduanya tak akan pernah bisa bersatu di dalam hati seorang hamba. Jika anda sangat mencintai musik, cobalah menghafal qur'an. Mustahil mampu menghafal qur'an jika kita mencintai musik. Pada akhirnya kita harus memilih satu di antara keduanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar