Bismillah. Umm ana mau bertanya. Kebetulan salah 1 friendlist ana ini dulunya bercadar, belakangan dibuka. Namun yg ana agak bingung, ada beberapa artikel yang dia sematkan seolah "lebih baik tidak bercadar" disertai dengan seperti ajakan yang seolah "yg penting dah hijab, cadar itu gaada anjurannya" begitu umm. Itu bagaimana yaa ? Ana agak garuk kepala gtu soalnya bru ini ana tau. Dan berikut ana kutip sedikit komennya
"KESIMPULAN: JILBAB ADALAH PAKAIAN TERBAIK WANITA MUSLIMAH. ADAPUN TAMBAHAN CADAR BUKANLAH BAGIAN SYARIAT ISLAM, TETAPI HANYA ADAT ATAU KEBIASAAN YANG MUBAH DIPAKAI SELAMA TDK ADA MADHOROT YG DITIMBULKAN DALAM BERMUAMALAH SESAMA MANUSIA."
Ada beberapa koreksi yang ana baca dari pertanyaan anti :
1. "Kata lebih baik tidak bercadar" , itu sepertinya bertolak belakang dengan ahlussunnah ,... Jika tidak ingin bercadar , sebaiknya diam , tidak membuat "kegaduhan" yang menyesatkan ..
2. Jika dikatakan "yang penting sudah berhijab , cadar ga ada anjurannya ' , jangan jangan nanti malah akan ada hujah2 jahil lainnya , seperti " yang penting ❤️ hatinya , Ndak masalah dia Ndak pake jilba " , misalkan ... Perlu ga hal yang begitu didengarkan ? Talbis ( tipu daya / rayuan syaitan itu )
Kesimpulannya :
( Ngikutin narasi anti )
SALAH BESAR bahwa cadar bukan dari syariat Islam , justru yang pertama kali menggunakannya adalah para Amirul mukminin , dimana mereka adalah wanita2 terpilih yang mendampingi para nabi ..
Memakai cadar atau menutup wajah bagi wanita adalah ajaran Islam yang didasari dalil-dalil Al Qur’an, hadits-hadits shahih serta penerapan para sahabat Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam , serta para ulama yang mengikuti mereka. Sehingga tidak benar anggapan bahwa hal tersebut merupakan sekedar budaya / kebiasaan , seperti yang teman anti katakan
Adapun hukum cadar , ada yang SUNNAH dan ada yang menghukumi WAJIB ( silahkan dipelajari pendapat 4 imam mahzab )
Well ..
Dakwahi teman anti yang seperti itu jika ANTI MAMPU , namun jika tidak bisa ,..sebaiknya JAUHI ( bergaul seperlunya saja ) karena :
: الأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ
Ruh-ruh itu bagaikan pasukan yang berkumpul (berkelompok). (Oleh karena itu), jika mereka saling mengenal maka mereka akan bersatu, dan jika saling tidak mengenal maka akan berbeda (berpisah) [2]
Memilih teman yang baik adalah sesuatu yang tak bisa dianggap remeh. Karena itu, Islam mengajarkan agar kita tak salah dalam memilihnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman
📌 Hati2 dengan syubhat
Wallahu a'lam bisshowab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar