Senin, 23 Agustus 2021

SEBAGIAN PENJELASAN TENTANG TERTAWA


بسم الله الرحمن الرحيم 

Salah satu perkara yang bisa mematikan hati seseorang, sehingga berat dan susah melakukan ketaatan kepada Allah ta'ala adalah banyak tertawa, sebagaimana hadis Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda : 


وَلَا تُكْثِرِ الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ


"Jangan memperbanyak tertawa karena banyak tertawa dapat mematikan hati."Diriwayatkan Imam Tirmidzi (2305) dan Ibnu Majah(4217) dan dishahihkan Albani. 


Berkata Hasan Al-Basri Rahimahullah, dan beliau salah seorang muridnya sahabat:


ﺿَﺤِﻚُ اﻟۡﻤُﺆۡﻣِﻦِ ﻏَﻔۡﻠَﺔٌ ﻣِﻦۡ ﻗَﻠۡﺒِﻪِ.


"(Banyak) tertawanya seorang mukmin merupakan kelalain dalam hatinya". Diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah (9/113) dan sanadnya shahih. 


Berkata Ibnul Qayyim Rahimahullah, (wafat: 751H.):


ﻭَﻣِﻤَّﺎ ﻳَﻀُﺮُّ ﺑِﺎﻟﻌَﻘۡﻞِ: . . . . ﻛَﺜۡﺮَﺓُ اﻟﻀَّﺤِﻚِ


"Dan termasuk yang merusak akal... adalah memperbanyak tertawa". Lihat

Zadul Ma'ad:3/391. 


Berkata Al-Munawi Rahimahullah ta'ala, (wafat:1031 H.):


ﻭَاﻹِﻛۡﺜَﺎﺭُ ﻣِﻨۡﻪُ -أي الضَّحِكِ- ﻣُﻀِﺮٌّ ﺑِﺎﻟۡﻘَﻠۡﺐِ ﻣَﻨۡﻬِﻲٌّ ﻋَﻨۡﻪُ ﺷَﺮۡﻋًﺎ ﻭَﻫُﻮَ ﻣِﻦۡ ﻓِﻌۡﻞِ اﻟﺴُّﻔَﻬَﺎءِ ﻭَاﻷَﺭَاﺫِﻝِ ﻣُﻮۡﺭِﺙٌ لِلۡأَﻣۡﺮَاﺽِ اﻟﻨَّﻔۡﺴَﺎﻧِﻴَﺔِ 


"Memperbayak tertawa bisa berbahaya pada hati seseorang, dan dilarang secara syariat dan itu (memperbayak tertawa) termasuk perbuatan orang-orang yang tolol dan rendah dan bisa menyebabkan penyakit kejiwaan". Lihat

Faidhul Qadir:1/124. 


Maka hendaknya kita rajin dan semangat belajar ilmu syari sehingga dapat mengetahui batasan-batasan syariat, dan dengan sebab ilmu seseorang tidak akan banyak tertawa, oleh karena itu Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadis Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu: 


وَاللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلبَكَيْتُمْ كَثِيرًا


"Demi Allah, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan lebih banyak menangis". Diriwayatkan Imam Bukhari (6486) dan Muslim (2359). 


Sehingga pada hakikatnya, orang yang banyak tertawa disebabkan kedangkalan ilmunya tentang syariat Allah ta'ala terutama masalah kehidupan akhirat. 


Tapi boleh saja seseorang tertawa jika pada tempatnya bahkan termasuk sifat yang sempurna, oleh karena itu Nabi ﷺ terkadang tertawa, sebagaimana hadis Ibnu Masud Radhiyallahu Anhu:


فَضَحِكَ النَّبِيُّ ﷺ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ تَصْدِيقًا لِقَوْلِ الْحَبْر


"Maka Rasulullah ﷺ pun tertawa hingga nampak gigi serinya sebagai bentuk pembenaran terhadap perkataan rahib (ulamanya yahudi saat mengabarkan suatu perkara)". Diriwayatkan Imam Bukhari (7513) dan Muslim(2786). 


Berkata Ibnu Taimiyah Rahimahullah:


فَاﻟﻀَّﺤِﻚُ ﻓِﻲ ﻣَﻮۡﺿِﻌُﻪُ اﻟۡﻤُﻨَﺎسِبِ ﻟَﻪُ ﺻِﻔَﺔُ ﻣَﺪۡﺡٍ ﻭَﻛَﻤَﺎﻝٍ ﻭَﺇِﺫَا ﻗُﺪِّﺭَ ﺣَﻴَّﺎﻥِ ﺃَﺣَﺪُﻫُﻤَﺎ ﻳَﻀۡﺤَﻚُ ﻣِﻤَّﺎ ﻳُﻀۡﺤَﻚُ ﻣِﻨۡﻪُ؛ ﻭَاﻵﺧَﺮُ ﻻَ ﻳَﻀۡﺤَﻚُ ﻗَﻂ ﻛَﺎﻥَ اﻷَﻭَّﻝُ ﺃَﻛۡﻤَﻞُ ﻣِﻦَ اﻟﺜَّﺎﻧِﻲ


"Dan tertawa pada tempatnya merupakan sifat terpuji dan sempurna, dan jika diandaikan ada dua orang, salah satunya tertawa jika ada yang menuntut untuk tertawa dan lainnya tidak tertawa sama sekali maka yang pertama tadi lebih sempurna darinya". Lihat Fatawa Ibnu Taimiyah:6/121.


*PERINGATAN*


 Adapun lafad yang diriwayatkan dari sahabat Abu Dzarr Radhiyallahu Anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda:


ﺇِﻳَﺎﻙَ ﻭَﻛَﺜۡﺮَﺓَ اﻟﻀَّﺤِﻚِ، ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻳُﻤِﻴۡﺖُ اﻟۡﻘَﻠۡﺐَ، ﻭَﻳُﺬۡﻫِﺐُ بِنُوۡرِ الۡوَجۡهِ 


"Jangan banyak tertawa karena banyak tertawa dapat mematikan hati dan memudarkan cahaya wajah". Diriwayatkan Baihaqi dalam Syuabul Imam:4/242 dan sanadnya dhaif/lemah, didalamnya ada perowi bernama Yahya bin Said As-Saidi, berkata Adz-Dzahabi:


وَاهٍ

"Lemah/dhaif". Lihat Tarikh Islam:4/1250.


Sehingga lafad "Dan banyak tertawa bisa memudarkan cahaya wajah" hadis yang lemah bukan dari sabda Nabi ﷺ.  


والله أعلم بالصواب


*Kota Mabar, Rupublik Yaman, 10 Muharam 1443 H.*


*Repost by admin*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar